Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

DLH Tunggu Hasil Laboratorium Dugaan Pencemaran Air Kali Banger

Adennyar Wicaksono • Senin, 24 November 2025 | 02:53 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, masih menunggu hasil laboratorium dari dugaan pencemaran di aliran Kali Banger, yang tiba-tiba berwarna biru beberapa waktu lalu.

Diprediksi, hasil laboratorium, akan keluar pada pekan ini.

Kepala DLH Kota Semarang, Arwita Mawarti menjelaskan jika petugas DLH langsung turun ke lapangan setelah mendapatkan laporan warga, terkait aliran Sungai Banger yang ada di sekitar Kawasan Citarum, Bugangan, Kamis (20/11) pekan lalu.

"Sudah dicek dan diambil sampling air, Senin besok, atau pekan ini mungkin sudah keluar," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (23/11).

Arwita menjelaskan, petugas juga telah melakukan penelusuran ke beberapa tempat serta drainase. Hasilnya ada beberapa saluran yang terlihat berubah warna menjadi biru.

Sayangnya dalam penelusuran ini, belum ditemukan sumber atau aktivitas yang menyebabkan aliran sungai menjadi berubah warna.

"Sudah ditelusuri, tapi belum ketemu. Kita juga menunggu hasil dari laboratorium, itu dari bahan apa," tuturnya.

Arwita meminta agar masyarakat atau pelaku usaha untuk peduli terhadap lingkungan.

Apalagi mereka yang menghasilkan limbah, harus menyiapkan pengelolaan, dan pengolahan limbah agar tidak dibuang di aliran air ataupun sungai.

"Harusnya limbah ini dikelola, bukan dibuang di sungai," ucapnya.

Pihaknya mengaku kedepan akan memberikan punishment tegas kepada pelaku usaha yang terbukti mencemari lingkungan.

Sebelumnya lanjut Arwita, pihaknya jika menemukan pelaku usaha yang melakukan kejanggalan ataupun melakukan pencemaran lingkungan, langsung diberikan sanksi administrasi.

"Beberapa kali kita pernah memberikan sanksi administrasi ketika ada pelaku usaha yang melakukan pencemaran," paparnya.

Pihaknya menjelaskan, membuang limbah langsung ke sungai berdampak buruk bagi lingkungan. Apalagi yang dibuang adalah bahan kimia.

"Kalau airnya dimanfaatkan warga, ataupun untuk irigasi ini berbahaya bagi warga, apalagi ini bahan kimia," pungkasnya.

Sebelumnya,  Kasi Pembangunan Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Tengah, Andika Dwi Wicaksono, menjelaskan, setelah  dilakukan penelusuran, belum diketahui penyebab pencemaran Kali Banger tersebut.

"Tadi kita cari titik awal sumber pencemaran, apalagi, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah Bugangan. Kami belum bisa memastikan dari mana asalnya," katanya.

Menurut dia, cairan berwarna biru berasal dari saluran kecil di sekitar Jalan Barito dan mengalir ke Kali Banger. Kami belum tahu sumbernya dari mana.

"Ini baru pertama kali terjadi, dan kami menunggu hasil uji laboratorium dari DLH Semarang," jelasnya.

Lebih lanjut, setelah melakukan penelusuran, Andika tidak menemukan adanya industri tekstil atau pabrik pewarna kain. Sehingga penyebab limbah tersebut masih misterius dari mana asalnya.

Menurut Andika, pencemaran Kali Banger mulai terlihat sejak Rabu (19/11) sore. Menurutnya belum ada laporan terkait dampak lingkungan terhadap Kali Banger dari cairan berwarna biru pekat tersebut.

"Kalau bau-bau gitu nggak ada. Dampak lingkungannya juga belum kami ketahui. Kita masih fokus mencari sumbernya," pungkasnya dia. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#kali banger semarang #PENCEMARAN