RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dugaan pencemaran lingkungan terjadi di aliran Kali Banger, yang terletak di sekitar Jalan Citarum, Kelurahan Bugangan, Kamis (20/11).
Aliran air sungai yang biasanya keruh, berubah menjadi biru pekat sejak Rabu (19/11) petang.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mendapatkan laporan warga, langsung datang ke lokasi dan melakukan penelusuran, Kamis (20/11).
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, bersama petugas DLH pencemaran Kali Banger diduga berasal dari sebuah saluran di kawasan Jalan Arteri Soekarno-Hatta.
Dari titik itu, cairan berwarna biru tersebut kemudian mengalir cukup jauh melewati aliran Kali Banger hingga mencapai Jalan Citandui Raya.
"Kita telusuri bersama pihak kelurahan, sampai di beberapa titik untuk mengetahui penyebab air berubah warna," kata salah satu petugas DLH.
Adapun penelusuran dimulai dari Jalan Barito, Jalan Arteri, Jalan Cilosari, hingga Jalan Bugangan.
Petugas DLH Kota Semarang sudah mengambil sampel air berwarna biru itu untuk kepentingan uji laboratorium.
"Sampel air kita ambil, nanti kita uji laboratorium," ujarnya.
Kasi Pembangunan Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Tengah, Andika Dwi Wicaksono, menjelaskan, setelah dilakukan penelusuran, belum diketahui penyebab pencemaran Kali Banger tersebut.
"Tadi kita cari titik awal sumber pencemaran, apalagi, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah Bugangan. Kami belum bisa memastikan dari mana asalnya," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Menurut dia, cairan berwarna biru berasal dari saluran kecil di sekitar Jalan Barito dan mengalir ke Kali Banger. Kami belum tahu sumbernya dari mana.
"Ini baru pertama kali terjadi, dan kami menunggu hasil uji laboratorium dari DLH Semarang," jelasnya.
Lebih lanjut, setelah melakukan penelusuran, Andika tidak menemukan adanya industri tekstil atau pabrik pewarna kain.
Sehingga penyebab limbah tersebut masih misterius dari mana asalnya.
Menurut Andika, pencemaran Kali Banger mulai terlihat sejak Rabu (19/11) sore. Menurutnya belum ada laporan terkait dampak lingkungan terhadap Kali Banger dari cairan berwarna biru pekat tersebut.
"Kalau bau-bau gitu nggak ada. Dampak lingkungannya juga belum kami ketahui. Hari ini masih fokus mencari sumbernya," pungkasnya dia. (den)
Editor : Baskoro Septiadi