Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Waduh! Kota Lama Semarang Diprediksi Tenggelam, Begini Respon Pemkot

Adennyar Wicaksono • Rabu, 19 November 2025 | 19:47 WIB
Para pelancong sedang menikmati vibes kawasan Kota Lama Semarang
Para pelancong sedang menikmati vibes kawasan Kota Lama Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Prediksi dari Walhi Jateng yang menyebut  Kawasan Kota Lama berpotensi menjadi laut pada 2045, dibantah Pemkot Semarang, dan diyakini tidak akan terjadi. Pasalnya belum ada kajian resmi dari prediksi tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menyatakan pihaknya terus berupaya melakukan mitigasi untuk mencegah bencana ekologis.

Salah satunya dengan melakukan penanaman mangrove, yang digerakkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), termasuk program Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Mageri Segoro. 

"Kami belum tahu, kan tergantung studinya. Selama fungsi tanggul laut dan pompanya berjalan, saya kira kondisi itu masih bisa ditangani dan tidak sampai benar-benar tenggelam," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia menjelaskan, saat ini kondisi sanitasi dan perlindungan kawasan pesisir masih dapat dikendalikan. Apalagi semua pompa di kawasan Tenggang dan Seringin telah diganti dan dipasang oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR.

"Pompa sudah terpasang semua, misalnya Seringin ada empat, di Tenggang juga empat. Nanti tinggal kekurangannya," imbuhnya. 

Terkait land subsidence atau penurunan muka tanah, Suwarto mengakui angkanya masih berada di kisaran 5-10 sentimeter per tahun.

Pemkot kata dia, terus melakukan langkah antisipasi dengan mengurangi penggunaan air tanah. Hal ini dapat menjadi kunci pengendalian penurunan tanah. 

"Untuk menjaga land subsidence ya harus dikurangi pengambilan air tanah. Tapi izin air tanah bukan di pemerintah kota. Dulu di provinsi, sekarang sepertinya sudah di kementerian," paparnya. 

Suwarto menyampaikan penanaman mangrove yang berjalan selama ini telah memberikan dampak dalam menekan abrasi. 

"Pemkot akan terus memperkuat berbagai langkah adaptasi agar ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah tidak kian memburuk," tegasnya.

Sebelumnya, Walhi Jateng menyebut tiga wilayah pesisir yakni Semarang, Pekalongan, Demak berada dalam kondisi kritis akibat penurunan muka tanah (land subsidence) yang terjadi setiap tahun.

Bahkan, kawasan Kota Lama Semarang diprediksi bakal berubah menjadi lautan pada 2045 mendatang.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Tengah (Jateng), Fahmi Bastian, menyatakan ketiga daerah itu berpotensi tenggelam akibat krisis iklim.

Saat ini, banjir yang merendam Kaligawe Semarang bahkan bisa berlangsung hingga dua pekan.

"Jika tidak ada langkah mitigasi serius, Kota Lama Semarang bisa jadi laut nanti 2045," katanya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kota Lama Semarang #Tenggelam