Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Sarif Kakung Ajak Anak Muda Hidup Sehat, Wujudkan Indonesia Emas

Miftahul A’la • Selasa, 11 November 2025 | 17:56 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kesehatan fisik dan mental merupakan fondasi penting agar generasi muda dapat tumbuh serta berkembang secara maksimal, dan bersiap diri menjawab tantangan zaman.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, kesehatan generasi muda merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Tentu tidak hanya sekadar bebas dari penyakit, kesehatan juga menjadi fondasi untuk membangun masyarakat yang unggul, produktif, dan berdaya saing,” ungkapnya, Selasa (11/11).

Selama ini, Hari Kesehatan Nasional diperingati di setiap tanggal 12 November. Tahun ini peringatan mengusung tema "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat."

“Tema ini menjadi penting karena menekankan bahwa fokus pada kesehatan anak muda sangat penting di mana mereka lah yang akan melanjutkan roda pembangunan di masa mendatang,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dengan tubuh yang sehat, mental kuat, dan karakter tangguh, katanya, maka generasi ini diharapkan mampu berkreasi, belajar, dan berinovasi.

“Tapi untuk membangun gaya hidup yang sehat, generasi muda saat ini menghadapi banyak tantangan,” jelas legislator yang akrab disapa Kakung ini.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

Kakung menyebut, program cek kesehatan gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah mencatat partisipasi publik yang luar biasa di mana 50,5 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Sayangnya data CKG yang dilansir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan tantangan besar di bidang kesehatan masyarakat.

Pada kelompok dewasa, hampir seluruh peserta masuk kategori kurang aktivitas fisik (96%), disusul karies gigi (41,9%), obesitas sentral (32,9%), overweight dan obesitas (24,4%).

Sementara di kalangan remaja dan pelajar, ditemukan aktivitas fisik yang kurang sebesar 60,1%). Hal ini juga menunjukkan pola hidup tidak aktif sudah terbentuk sejak usia muda.

“Temuan ini juga mengonfirmasi bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman utama bagi kelompok produktif,” jelas anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Menurutnya, gaya hidup modern sering menjadi hambatan bagi generasi muda untuk menjalani gaya hidup sehat.

“Maraknya aktivitas digital, pola makan cepat saji, hingga kurangnya interaksi dan olahraga adalah beberapa tren gaya hidup generasi muda yang patut mendapatkan perhatian,” bebernya.

Kakung pun mendukung program pelayanan kesehatan dokter spesialis keliling (Speling) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya membangun sistem deteksi dini penyakit mulai dari desa hingga provinsi. Di mana program tersebut sudah menjangkau lebih dari 706 desa.

“Namun kita juga ingin, Spelling ini disertai dengan kegiatan sosialisasi, penyuluhan, atau edukasi mengenai kesehatan kepada masyarakat, utamanya generasi mudah. Ini untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat masyarakat sehari-hari,” tandasnya. (fth)

Editor : Tasropi
#partai kebangkitan bangsa #Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah #pelayanan kesehatan