RADARSEMARANG.ID, Semarang - Penyandang Tuna Netra dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Jambore Al-Qur’an Braille Nasional 2025.
Kegiatan bertajuk "Dari Titik Kami Allah Tumbuhkan Cahaya" ini berlokasi di Asrama Haji Semarang.
Jambore yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (8-9/11) ini diikuti komunitas dan kelompok Tunanetra dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai wujud semangat mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat membaca serta memahami Al-Qur’an Braille. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin.
Ia menyebut, kegiatan ini untuk mempererat solidaritas dan mengasah kemampuan membaca serta menulis Braille Al-Qur’an.
Di sisi lain, ia bangga karena menjadi tuan rumah kegiatan yang diselenggarakan komunitas Sahabat Mata tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat bahwa dengan Jambore Al-Qur’an, teman-teman Tunanetra merasa difasilitasi dan dihargai keberadaannya,” ujarnya.
Ia mewakili Pemerintah Kota Semarang juga menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan.
Pasalnya, bagi Iswar kegiatan Jambore Al-Qur’an Braille Nasional 2025 tidak hanya menjadi wadah pembelajaran dan syiar, tetapi juga simbol komitmen kebersamaan dan inklusi sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Mereka adalah kelompok Tunanetra yang walaupun tidak bisa saling memandang, tetapi memiliki hati yang tulus untuk saling berkontribusi bagi bangsa dan negara,” katanya.
Lebih jauh, dirinya berkomitmen memperbaiki aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Menurutnya masih ada beberapa hal yang mesti dibenahi.
“Masih banyak PR yang harus kita selesaikan, terutama di fasilitas umum dan ruang publik. Mudah-mudahan ke depan, semua perkantoran di Kota Semarang bisa lebih ramah bagi kawan-kawan Tunanetra,” ungkapnya.
Iswar juga mengapresiasi peran Zaenal Petir sebagai pembina komunitas Sahabat Mata. Dirinya melihat aktifis tersebut sangat berkontribusi dalam pemberdayaan penyandang disabilitas di Kota Semarang.
Sementara itu, Pembina Sahabat Mata atau Komunitas Penyandang Disabilitas Tuna Netra, Zainal Abidin Petir dalam sambutannya lebih dulu menyampaikan Al-Qur’an dari Surat Ali Imran ayat 104 dan Surat Ibrahim ayat 7.
Dua ayat itu mengandung pesan penting tentang amar ma’ruf nahi munkar serta janji Allah untuk menambah nikmat bagi hamba yang bersyukur.
Pesan dalam ayat ini teruntuk bagi penyandang disabilitas tuna netra, meski dengan keterbatasan namun bisa memaknai Al-Quran.
Begitupun bagi pejabat serta peserta lain yang hadir agar tak melupakan nikmat syukur.
Ia juga mengapresiasi semangat para peserta Jambore yang datang dari berbagai wilayah. Petir sapaan akrabnya menyatakan, Jambore ini menjadi ajang silaturahmi dan motivasi bersama untuk memperkuat ukhuwah.
Dalam kesempatan ini Zainal Petir menyampaikan terimakasih kepada Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah dan Pemkot Semar yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
Zainal berharap, adanya jambore ini diharapkan bisa membuat para penyandang disabilitas tuna netra bukan sekedar membaca, namun juga memaknai isi Al-Quran.
"Sedangkan bagi untuk orang lain jambore ini diharapkan bisa menginspirasi. Bahwa penyandang disabilitas saja itu tetap walaupun tidak bisa melihat, dia itu semangatnya luar biasa untuk mandiri berusaha untuk membaca Al-Qur'an baru usaha untuk memahami isinya," tutur Zainal yang juga Penasihat DPD Ikatan Tuna Netra Indonesia (ITMI) Kota Semarang.
Ketua ITMI Kota Semarang Andhi Setiono sekaligus Ketua panitia menuturkan jumlah peserta kegiatan ini ada 200 orang.
Mereka dari Kota Semarang, dan berbagai kota di Jawa Tengah. Kemudian Provinsi Bukittinggi, Riau, Pekanbaru, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi