Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Wapres Gibran Beri Pesan Begini Soal Penanganan Banjir di Semarang

Ida Fadilah • Senin, 3 November 2025 | 00:31 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri pelantikan PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah periode 2025-2029 berlangsung di Ponpes Assodiqiyah, Kota Semarang, Minggu (2/11/2025).
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri pelantikan PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah periode 2025-2029 berlangsung di Ponpes Assodiqiyah, Kota Semarang, Minggu (2/11/2025).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka ajak pemerintah setempat menemukan solusi bersama dalam mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Kota Semarang. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. 

“Ini memang yang namanya banjir menjadi sorotan. Kita ingin terus bersinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ya, harapannya nanti setelah kita tengok segera kita temukan solusi bersama," tuturnya dalam pidato saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah periode 2025-2029 berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Assodiqiyah, Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (2/11/2025).

Menurutnya, penanganan banjir bisa dilakukan dengan adanya kolam retensi Terboyo. Selain itu, dibangunnya Giant Sea Wall atau tol tanggul laut diharapkan dapat mengatasi banjir yang rutin datang setiap musim hujan ini. 

"Nanti akan segera dibangun kolam retensi yang harapannya bisa mengurangi banjir di Semarang. Ini perlunya sinergi antara pusat dan daerah. Harapannya ke depan selain kolam retensi nanti juga bisa segera diselesaikan pembangunan Giant Sea Wall,” tambahnya. 

Ia juga meminta pemerintah daerah juga mengawal program-program lain seperti MBG, cek kesehatan gratis, sekolah rakyat, sekolah garuda, serta bansos-bansos yang cair.

"Di akhir tahun ini pastikan terdistribusi dengan baik. Pastikan tepat sasaran dan pastikan juga penerima bansos bisa menggunakan dana-dana itu dengan baik. Jangan ada yang dibuat untuk judi online atau hal-hal yang tidak semestinya," tegasnya. 

Sebelum itu, Wapres Gibran lebih dulu menyampaikan apresiasi atas kinerja Gubenur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam penanganan banjir. Keduanya juga turut hadir dalam acara ini. 

"Ini kita di sini kita tinjau beberapa titik banjir. Terima kasih untuk kerja kerasnya Pak Gubernur, Bu Wali selama seminggu ini," tandasnya. 

Pada kesempatan ini, Wapres juga menyampaikan salam hangat dari Presiden yang baru saja kembali dari kunjungan kerja ke Korea Selatan.

“Bapak dan Ibu yang saya hormati, ini saya juga ingin menyampaikan salam hangat dari Bapak Presiden. Beliau baru saja pulang dari Korea untuk melaksanakan tugas-tugas kenegaraan. Beliau titip pesan, terima kasih untuk komitmen dan kontribusinya selama ini dalam menjaga persatuan, nilai-nilai keislaman dan juga kebangsaan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wapres menyoroti tantangan global yang dihadapi bangsa, mulai dari krisis perdagangan hingga perubahan iklim. Namun ia meyakini, dengan kekuatan doa dan semangat kebersamaan, Indonesia mampu melewati berbagai ujian tersebut.

Lebih jauh Wapres juga menegaskan dalam menjalankan roda pemerintahan tidak bisa bekerja sendiri. Ia menilai peran organisasi masyarakat, terutama yang berakar kuat di tingkat akar rumput, sangat penting dalam mendukung program pembangunan.

“Dan juga pemerintah sekali lagi dalam menjalankan visi misinya, program-programnya tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah butuh mitra yang mengakar kuat di masyarakat. Pemerintah butuh mitra yang mau dan langsung terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Ia kemudian menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membawa semangat kemajuan bangsa, dengan mencontohkan kiprah organisasi GP Ansor.

“Pemerintah butuh anak-anak muda yang punya semangat kemajuan. Dan di sinilah peran GP Ansor. Karena sudah terbukti sebagai organisasi anak muda yang memegang teguh nilai keislaman dan kebangsaan,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam sambutannya berharap kepada PW GP Ansor Jateng yang baru saja dilantik untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kita tunggu aksi PW GP Ansor dalam pembangunan Jawa Tengah. Itu tidak bisa dilakukan sendirian, tapi harus berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Luthfi.

Ia menilai, peran GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama memiliki posisi penting dalam menjaga nilai kebangsaan, sosial, dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Atas itu, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi Ansor untuk bersinergi dengan pemerintah provinsi.

“Oleh karena itu, pintu Gubernuran selalu terbuka untuk Ansor,” tegasnya.

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharuddin menyampaikan tantangan masa kini di antaranya ketimpangan ekonomi dan kesenjangan kesejahteraan di tengah masyarakat. Baginya, kader Ansor tidak boleh hanya kuat dalam ideologi, tapi juga tangguh secara ekonomi.

“Tugas kita juga untuk menghilangkan ketimpangan ekonomi di antara masyarakat dengan menyediakan program berkelanjutan,” ucapnya.

Ia kemudian memperkenalkan Program BISA (Bisnis Ansor), yakni sebuah inisiatif ekonomi kolektif yang akan melahirkan BUMA (Badan Usaha Milik Ansor). BUMA bukan sekadar badan usaha, melainkan simbol kemandirian kader Ansor.

“Kami membuat program BISA yang menjadi katalisator pewujudan program ekonomi yang nanti akan membentuk BUMA, yang memberdayakan potensi ekonomi lokal,” jelas Addin. (ifa) 

Editor : Baskoro Septiadi
#Gibran Rakabuming Raka