RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang merencanakan pembangunan Polder Terboyo. Nantinya proyek ini, diharapkan bisa menjadi jalan keluar banjir di Genuk, Pedurungan dan Gayamsari.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto menjelaskan jika kebutuhan lahan untuk rencana ini, membutuhkan lahan sekitar 250 hektare dengan kedalaman sekitar empat meter.
"Diperkirakan luasnya sekitar 250 hektare dengan kedalaman minus empat meter. Nantinya akan ditambah pompa yang mengalir ke Kali Babon dengan kapasitas 35.000 liter per detik," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (31/10).
Dia mejelaskan, proyek tersebut saat ini dalam tahap konstruksi karena lokasinya berdekatan dengan Tol Tanggul Laut, yang kini membatasi aliran langsung ke laut.
"Nantinya, pompa yang dulunya ke laut sekarang harus melewati pintu air di Kali Babon," jelasnya.
Sementara untuk langkah jangka pendek seperti saat ini. Pemkot memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menurunkan genangan air yang masih merendam sejumlah wilayah di Semarang bagian timur, terutama di Kecamatan Genuk, Gayamsari, dan Pedurungan.
"Hasil rapat bersama Gubernur Jateng, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Wali Kota Semarang, dan Bupati Demak, disepakati semua pihak menurunkan muka air dengan mempercepat aliran dari Polder Terboyo," ujar Suwarto.
Dia mejelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka akses air menuju Sungai Babon agar alirannya lebih lancar. Rencana akan dilakukan pelebaran saluran ke Sungai Babon.
"Kemarin juga sudah dilakukan peninjauan agar ada pelebaran saluran ke Sungai Babon. Kalau tidak dibuka, nanti akan tetap dibongkar dan ditambah pompa," tambah dia.
Selain untuk, Suwarto menambahkan sejumlah pompa bantuan telah didatangkan dari berbagai daerah untuk mempercepat proses penyedotan air.
"Pompa ini semua digerakkan ke Semarang, termasuk dari Kudus, Jepara, Pemalang, dan Solo. Selain itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana juga sudah menghidupkan pompa baru di Sringin," jelasnya.
Ia menambahkan, dalam minggu ini pompa baru di Tenggang diharapkan sudah bisa beroperasi. Total da tiga unit dengan kapasitas 2.000 liter per detik per unit.
"Jadi total kapasitasnya bisa mencapai 10.000 liter per detik di Tegang, dan 20.000 liter per detik di Sringin. Ini untuk mempercepat penurunan air di Kaligawe, Genuk, dan Trimulyo,"terangnya.
DPU kata dia, juga menambah pompa bantuan di Trimulyo, yakni dua dari Pemkot, satu dari Jepara, dan satu dari Kudus. Adapun total kapasitas pompa yang dikerahkan mencapai sekitar 30.000 liter per detik, meski begitu menurut Suwarto, kapasitas tersebut masih belum cukup.