Warga Terdampak Banjir di Semarang Mulai Terserang Penyakit Gatal Hingga Demam
Muhammad Hariyanto• Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:19 WIB
Kapolda Jateng mengecek posko kesehatan dan berinteraksi dengan warga terdampak banjir
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hingga kini, banjir di wilayah Kota Semarang berlangsung surut, Rabu (29/10/2025). Selain berdampak arus lalulintas, banjir juga sudah mengakibatkan penyakit terhadap warga.
Hal ini disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo saat kunjungan dapur umum di Jalan Pantura Raya Kaligawe, Kecamatan Genuk, Rabu (29/10/2025).
"Hari ini saya bersama rekan-rekan dari TNI, mengecek banjir yang sudah 8 hari. Dan mungkin hari ini titik air cukup tinggi. Kita berdoa hujan agar reda, supaya berkurang debit air turun," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (29/10/2025).
Lanjutnya mengatakan, pihaknya juga memastikan mengecek kesiapan pompa, untuk menyedot air banjir. Selain itu juga mendirikan posko tangga bencana, dan mendirikan dapur lapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak.
"Ada 3.300 keluarga yang terdampak, kemudian 8.300 jiwa yang terdampak. Dari beberapa kecamatan dari 9 kelurahan," bebernya.
"Kami juga membawa tim kesehatan untuk mendirikan posko kesehatan bagi masyarakat, pengemudi yang membutuhkan bantuan kesehatan, kemudian membutuhkan bantuan makan. Kita siapkan dapur lapangan kita," lanjutnya.
Terlihat, posko kesehatan yang tergabung dengan dapur lapangan kerja banyak dikunjungi warga. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, baik dari kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak.
"Tadi beberapa saya sempat bicara berbincang-bincang, rata-rata penyakit gatal. Kemudian ada juga yang demam. Mungkin flu karena kondisi tubuh menurun. Kemudian juga ada beberapa sesak nafas, tapi mayoritas kena penyakit gatal," bebernya.
Terkait dampak arus lalulintas, Kapolda mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi ketersendatan arus lalulintas di Jalan Raya Kaligawe. Upaya lain yang dilakukan juga melakukan rekayasa arus lalulintas di wilayah lain.
"Kita menggunakan sistem buka tutup, kita melakukan pengalihan arus dan rekayasa lalu lintas yang lain. Kita juga menyiapkan angkutan kendaraan towing bagi kendaraan-kendaraan yang mogok terutama roda dua," pungkasnya. (mha)