Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Drijastuti Jogjaningrum Raih Doktor Lewat Riset Musikalitas Anak Tunarungu

Dhinar Sasongko • Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:41 WIB
Drijastuti Jogjaningrum, dosen Departemen Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Drijastuti Jogjaningrum, dosen Departemen Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG -"Setiap anak memiliki potensi musikal, termasuk anak tunarungu. Tubuh dapat menjadi media untuk memahami dan mengekspresikan musik.”

Pernyataan itu disampaikan Drijastuti Jogjaningrum, dosen Departemen Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam ujian tertutup promosi doktor di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Rabu (29/10).

Dalam sidang yang berlangsung di Ruang Bundar, Lantai 2 Gedung BO (Dekanat) FBS UNNES, Drijastuti memaparkan disertasi berjudul “Pembelajaran Musik Berbasis Multisensori untuk Menstimulasi Musikalitas Anak Tunarungu di SLB B YAKUT Purwokerto.”

Penelitian tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam pendidikan seni melalui pembelajaran musik yang melibatkan tiga jalur persepsi: visual, taktil (sentuhan), dan kinestetik (gerakan tubuh).

Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran musik multisensori yang menempatkan tubuh sebagai instrumen persepsi musik.

Anak diajak merasakan ritme, tempo, dan dinamika melalui pengalaman gerak dan getaran.

Inovasi ini menjadi langkah maju dalam pendidikan seni yang membuka akses lebih luas bagi anak tunarungu untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan musikal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 86 persen anak tunarungu di SLB B YAKUT Purwokerto mampu mengikuti aktivitas musik selama 30–45 menit, merespons irama dengan gerakan, serta meniru pola ketukan dengan baik.

Drijastuti menjelaskan bahwa strategi multisensori membantu anak memahami musik dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran mereka.

Prof. Dr. Agus Cahyono, M.Hum., selaku promotor utama, menyampaikan bahwa penelitian ini memiliki kekuatan ilmiah sekaligus nilai empati yang tinggi.

“Disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan seni inklusif di Indonesia. Gagasan yang ditawarkan menunjukkan bahwa seni dapat menjadi ruang ekspresi universal bagi setiap individu,” ujarnya.

Sidang tertutup tersebut dihadiri oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum., Prof. Dr. Agus Cahyono, M.Hum., Prof. Dr. Hartono, M.Pd., Dr. Syakir, M.Sn., Dr. Syahrul Syah Sinaga, M.Hum., Dr. Eko Raharjo, M.Hum., serta Dr. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. sebagai penguji eksternal dari UNY.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum., memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Penelitian ini menggambarkan arah baru pendidikan seni yang berpihak pada kemanusiaan dan keberagaman. Ini sejalan dengan semangat konservasi UNNES yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai dasar pengembangan ilmu,” ujarnya.

Setelah melalui ujian tertutup, tim penguji menyatakan Drijastuti Jogjaningrum lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Ia langsung dipromosikan menjadi Doktor (Dr.) di bidang Pendidikan Seni karena telah mempublikasikan artikelnya di jurnal internasional bereputasi Q1, memenuhi kriteria akademik tertinggi di tingkat doktoral.

Capaian ini diharapkan memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan seni musik inklusif di Indonesia serta menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang lebih humanis dan berpihak pada semua peserta didik.(sas)

Editor : Tasropi
#UNNES