RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebuah rumah di Jalan Pedamaran Gang Buntu Semarang Tengah roboh, Selasa (28/10/2025) tengah malam sekitar pukul 23.30.
Satu keluarga tertimpa meterial atap bangunan. Nahas, satu orang meninggal, dan tiga lainnya mengalami luka.
Kejadian inipun menyisakan kisah pilu bagi para korban. Bahkan, seorang anak yang selamat sempat tertimpa material bangunan hingga bertahan kurang lebih 45 menit.
Salah satu kerabat korban, Rizal mengaku rumah mengalami musibah tersebut tertimpa bangunan tembok kuno yang berdiri persis di belakang rumah korban. Hingga akhirnya para penghuni rumah mengalami musibah tertimpa meterial.
"Itu kan bangunan tua, itu kan belakang rumah, kondisinya seperti ini. Bisa jadi mungkin ya karena cuaca, kondisi alam juga," ungkapnya dilokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (29/10/2025).
Terlihat, bangunan tua tersebut sangat tinggi, sekitaran mencapai enam meter lebih. Kondisi tembok sudah lapuk. Semen lapisan tembok sudah mengelupas. Sehingga bata merah tampak terlihat.
Sedangkan rumah korban, persis berada di samping bawah menghadap ke utara, menempel bangunan tua tersebut. Informasi warga, ketinggian bangunan rumah hanya sekitaran tiga meteran.
Rumah yang tertimpa tembok bangunan tua ini juga hancur, berantakan rata dengan tanah.
Menurut Rizal, rumah tersebut ditempati adik kandungnya, yakni korban meninggal bernama Mega Gita Safitri, bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Kemudian ada juga dua anak Mega yang usia kelas 1 SD dan satunya belum sekolah. Termasuk ada juga ditempati adik kandung Mega bernama Syahrul Adji Pramuda, 20.
"Itu posisinya tertimpa semua. Mungkin mukjizat dari Allah ya. Itu anak kedua dievakuasi yang pertama paling kecil itu nunggu waktu 15 menit baru bisa dievakuasi di dalam. Alhamdulillah bocah itu enggak kenapa-kenapa cuman kotor semua," bebernya.
"Untuk yang anak yang pertama itu hampir 45 menitan baru bisa diselamatkan anak itu setelah tim Basarnas datang. Kalau evakuasi yang meninggal itu hampir 2 jam kurang lebih," sambungnya.
Lamanya proses evakuasi korban pertama dan keduanya dikarenakan menggunakan peralatan seadanya.
Beruntungnya, nenek korban bernama Rohana sekitaran usia 70 tahun tidak tertimpa material tembok.
Padahal, bangunan rumah nenek korban berdempetan persis. Bangunan petak ini hanya berukuran kurang lebih 1,5 meter dengan memanjang 2 meter.
Rumah yang ditempati adik kandungnya ini sudah puluhan tahun berlokasi tersebut. Menurutnya, rumah tersebut juga merupakan warisan dari orangtuanya, yang sudah almarhum.
"Adik saya menempati disini sejak lama, sebelum lahir. Dulunya orang tuanya sudah disini. Tapi posisi bapak memang sudah meninggal bapaknya dia. Kalau pemilik bangunan kuno ini belum tau siapa pemiliknya," jelasnya.
Terlihat, jenazah disemayamkan sementara di rumah tetangganya. Banyak warga yang berdatangan untuk mengantarkan peristirahatan terakhir Mega. Sesuai rencana, korban dikebumikan di pemakaman TPU Bergota 2, setelah Dzuhur.
Terkait putra dan putri korban, Rizal mengakui belum diketahui nasibnya. Menurutnya, belum ada penjelasan dari pihak keluarga.
"Jadi kita belum ada pembahasan sampai situ," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi