Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dosen UNKAHA dan UNIMUS Berdayakan Guru-Wali Murid PAUD untuk Cegah Stunting

Adrianto Ismawan • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:25 WIB

Dosen UNKAHA dan UNIMUS Berdayakan Guru-Wali Murid PAUD untuk Cegah Stunting. Tim dosen dari Universitas Karya Husada (UNKAHA) dan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).
Dosen UNKAHA dan UNIMUS Berdayakan Guru-Wali Murid PAUD untuk Cegah Stunting. Tim dosen dari Universitas Karya Husada (UNKAHA) dan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Tim dosen dari Universitas Karya Husada (UNKAHA) dan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) berhasil menggelar program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan wali murid tentang pencegahan stunting pada anak usia dini. Program bernama Digital Health Litercy Program (IDEAL-P) ini dilaksanakan di PAUD Kenanga Mekar Asri, wilayah kerja Puskesmas Rowosari, dan didukung penuh oleh Kementerian Riset dan Teknologi melalui Anggaran Tahun 2025.

Adapun tim PkM Universitas Karya Husada Semarang melibatkan Retno Apriliyanti, M. Pd dari Prodi Informatika dan Prodi Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang, Addina Rizky Fitriyanti, M. bersama mahasiswa semester 3 dan 5, Yulina Anggi Mawar dani, Bayu Aji Saputra, M. Arrafi Setyawan, Dhini Prasasti Ayu Nandani dan Dirga Pramika Jumadi.

Kegiatan yang berlangsung secara bertahap sejak 11 Oktober 2025 ini mendapat sambutan antusias dari guru, wali murid, hingga kader Posyandu setempat.

Ketua tim PkM, Ns. Dwi Kustriyanti, M.Kep., menjelaskan bahwa program ini diinisiasi setelah tim menemukan masih adanya kasus stunting pada anak usia dini.

“Melalui Digitalisasi Health Literacy ini, kami berharap peran guru dan orang tua anak ikut terlibat dalam mengasuh anak usia dini untuk bersama-sama mencapai tumbuh kembang optimal sesuai usia,” ujar Ns. Dwi.

Ia menambahkan bahwa meski telah banyak program pencegahan stunting, permasalahan ini belum sepenuhnya tuntas.

Edukasi dan Skrining Tumbuh Kembang

Pelatihan ini diawali dengan skrining tumbuh kembang anak menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang dipandu oleh pakar Keperawatan Anak, Boediarsih, S.Kp., M.Kes.

Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi dini jika ada gangguan perkembangan pada anak.

Sesi selanjutnya, tim mengadakan Parenting Class Program yang membahas pentingnya peran guru dan keluarga dalam optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini.

Topik lain yang tak kalah penting adalah pemenuhan nutrisi 'isi piringku' sebagai langkah preventif stunting.

Ahli gizi dari RS Wongso Negoro (RSWN), Nia Kurnia, S.Tr.Keb., turut memberikan edukasi tentang pola makan sehat untuk mencegah stunting.

Selain itu, para peserta juga dibekali dengan literasi kesehatan digital (DHL), sehingga mereka mampu mengakses sumber informasi yang valid mengenai kesehatan anak.

Hasil dan Harapan Berkelanjutan

Dari 18 anak yang terlibat dalam skrining, didapatkan data bahwa 4 anak (22%) berusia antara 21-36 bulan dan 14 anak (78%) berusia antara 42-59 bulan.

Data ini menjadi landasan untuk intervensi lanjutan, memastikan gangguan tumbuh kembang dapat dicegah sejak dini.

Selama program berlangsung, peserta tampak sangat antusias dan aktif terlibat dalam pelatihan. 

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif jangka panjang.

Sinergi antara perguruan tinggi, guru, dan wali murid ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan anak-anak di Semarang. 

Editor : Tasropi
#Unimus #kader Posyandu