Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Rotary Indonesia Gelar Aksi Nasional “Together We End Polio” Serentak di Seluruh Tanah Air

Adrianto Ismawan • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 00:10 WIB
Ribuan anggota Rotary Indonesia dari 106 klub di berbagai daerah siap menggelar aksi nasional bertajuk “Together We End Polio!”, sebuah gerakan serentak untuk memperkuat komitmen global dan lokal.
Ribuan anggota Rotary Indonesia dari 106 klub di berbagai daerah siap menggelar aksi nasional bertajuk “Together We End Polio!”, sebuah gerakan serentak untuk memperkuat komitmen global dan lokal.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Ribuan anggota Rotary Indonesia dari 106 klub di berbagai daerah siap menggelar aksi nasional bertajuk “Together We End Polio!”, sebuah gerakan serentak untuk memperkuat komitmen global dan lokal dalam mengakhiri penyakit polio di dunia.

Kegiatan besar ini dipimpin langsung oleh dua District Governor Rotary Indonesia, yaitu Dyah Anggraeni (District 3420) dan Sanny Suharli (District 3410). 

Acara kick-off nasional berlangsung di Awan Costa, Semarang, dengan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. 

Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk turut berpartisipasi dalam gerakan bersama menuju Indonesia bebas polio.

“Kita tidak boleh lengah hanya karena merasa polio sudah tidak ada. Jika ada satu anak lumpuh karena polio, artinya seluruh dunia belum aman. Saatnya kita bergerak, bukan sekadar bicara,” tegas District Governor Rotary 3420 Indonesia, Dyah Anggraeni.

Dyah menambahkan bahwa aksi ini bukan hanya kegiatan olahraga, melainkan gerakan kemanusiaan yang bertujuan menularkan semangat solidaritas ke seluruh penjuru Indonesia. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah dan jajarannya atas dukungan penuh terhadap acara nasional ini.

Kegiatan “Together We End Polio” dilaksanakan serentak di berbagai kota di Indonesia dengan konsep dan aktivitas yang menyesuaikan karakter daerah masing-masing.

Di Semarang, kegiatan utama berupa Fun Run dengan tiga kategori jarak yakni 3 km, 5 km, dan 10 km.

Fun run tersebut diikuti oleh masyarakat umum, pelajar, komunitas olahraga, serta anggota Rotary.

Di Surabaya, kampanye ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan dimeriahkan dengan berbagai acara seperti lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak PAUD hingga SD, sosialisasi UNICEF tentang pentingnya imunisasi polio, donor darah gratis, serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan gigi anak.

Sementara itu, di Denpasar, Bali, lebih dari 1.500 peserta dari berbagai komunitas turut ambil bagian dalam acara yang dibuka oleh Wali Kota Denpasar dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar. 

Kegiatan di Pulau Dewata ini menampilkan senam yoga dan zumba massal, serta layanan pemeriksaan kesehatan umum, mata, gigi, mulut, akupunktur, dan fisioterapi gratis.

Di Solo, anggota Rotary berkumpul di area Car Free Day depan Dalem Wuryoningratan, Danar Hadi, yang menjadi pusat keramaian setiap Minggu pagi. 

Masyarakat disambut dengan Line Dance, edukasi publik, dan berbagai permainan menarik. 

Wali Kota Solo, Respati Adi, dijadwalkan hadir untuk memberikan dukungan langsung terhadap gerakan ini.

Tidak hanya di kota-kota besar tersebut, kegiatan serupa juga digelar di Makassar, Kudus, Jakarta, dan Yogyakarta dengan berbagai bentuk aksi sosial dan kampanye kesehatan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang peduli pada kesehatan dan masa depan anak cucu kita untuk bergabung. Bersama, kita wujudkan Indonesia bebas polio,” ujarnya.

Sebagai kegiatan nasional berskala besar, Rotary Indonesia juga akan mencatatkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) untuk kategori penghimpunan klub Rotary serentak terbesar yang dilaksanakan di berbagai daerah secara bersamaan.

Langkah ini menegaskan peran Rotary Indonesia dalam mendukung Global Polio Eradication Initiative (GPEI).

GPEI sendiri merupakan kemitraan global antara Rotary International, WHO, UNICEF, serta Bill & Melinda Gates Foundation yang telah berjuang selama hampir empat dekade untuk menghapus polio dari muka bumi.

Dari Fun Run di Semarang, Festival Kesehatan di Surabaya, Aksi Kemanusiaan di Denpasar dan Solo, hingga donor darah massal di Makassar, seluruh kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas daerah dan lintas organisasi dalam mendukung dunia bebas polio.

Dalam konferensi pers, District Governor Dyah Anggraeni didampingi oleh National PolioPlus Committee Chair for Indonesia, Past District Governor Thomas Aquinas Sambandam menegaskan bahwa kampanye nasional “Together We End Polio” diharapkan menjadi momentum kebangkitan solidaritas kemanusiaan Indonesia.

“Gerakan ini bukan sekadar memperingati World Polio Day, tetapi menjadi langkah nyata menuju masa depan yang sehat, tangguh, dan bebas polio,” pungkasnya.

Editor : Tasropi
#Rotary Club