Pelayanan Kecamatan Pindah, Pedagang Pasar Bertahan di Tengah Genangan
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (21/10) siang kembali membuat kawasan Kecamatan Genuk tergenang.
Air yang semula hanya setinggi mata kaki, kini sudah mencapai lutut orang dewasa.
Aktivitas warga pun tersendat. Pedagang pasar kehilangan pembeli, sementara pelayanan publik di kantor kecamatan terpaksa dipindah ke tempat yang lebih tinggi.
Baca Juga: Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon Dikepung Banjir, Warga Mengungsi, Pompa Ngadat
Arifin, pedagang di Pasar Genuk, tampak pasrah menatap lapaknya yang digenangi air. Ia mengaku genangan mulai masuk sejak kemarin siang.
“Awalnya cuma lima sampai sepuluh senti meter, Mas. Tapi sejak malam hujan terus, sekarang hampir setinggi dengkul,” ujarnya sembari merapikan dagangan baju yang masih tersisa.
Menurutnya, transaksi jual beli nyaris lumpuh. Yang laku hanya makanan.
Baca Juga: Kondisi Terkini Banjir Kaligawe Semarang, Ini Lokasi yang Masih Terendam serta Ketinggian Air
"Untung harga masih stabil, belum ada yang naik, harapannya banjir segera surut. Karena khawatir jika air tak kunjung turun, ekonomi warga akan kembali lesu seperti tahun lalu," ujarnya.
Tak jauh dari pasar, kantor Kecamatan Genuk juga tak luput dari rendaman. Air setinggi lutut membuat aktivitas pelayanan lumpuh total.
Ia menunjukkan halaman kantor yang tampak sepi, hanya tersisa beberapa pegawai yang tengah jaga.
“Untuk hari ini pelayanan kami pindahkan sementara ke Kelurahan Bangetayu Wetan,” terang Saiful, petugas keamanan kantor kecamatan.
Sekretaris Camat Genuk, Didik Agung Mulyana, menyebut banjir melanda hampir seluruh kelurahan di wilayahnya.
Wilayah yang terdampak antara lain, Muktiharjo Lor, Gebangsari, Gunuksari, Trimulyo, Terboyo Wetan, dan sebagian Karang Roto. "Rata-rata genangan antara 40 sampai 85 sentimeter," jelasnya.
Baca Juga: Tekan Pelanggaran Internal, Wakapolri Dedi Prasetyo Tekankan Reformasi Kelembagaan
Meski sebagian besar warga masih bertahan di rumah, pihak kelurahan sudah bersiap jika harus evakuasi.
“Untuk Trimulyo sudah menyiapkan tempat pengungsian dan dapur umum. Tadi pagi kami juga menerima bantuan 200 nasi bungkus dari Dinas Sosial Kota Semarang, sudah kami salurkan ke wilayah terdampak paling parah,” imbuh Didik.
Sementara itu, arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama Genuk juga tersendat. Sejumlah kendaraan mogok saat mencoba menerobos banjir.
Di tengah genangan yang kian meluas, warga hanya bisa berharap langit cerah kembali dan air segera surut, agar kehidupan di Genuk kembali normal seperti sedia kala. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi