Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon Dikepung Banjir, Warga Mengungsi, Pompa Ngadat

Figur Ronggo Wassalim • Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:59 WIB

 

BERI BANTUAN: Camat Pedurungan, Moh Agus Junaidi memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir, Kamis (23/10) pagi.
BERI BANTUAN: Camat Pedurungan, Moh Agus Junaidi memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir, Kamis (23/10) pagi.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Kota Semarang sejak Selasa - Rabu (21 - 22/10) malam membuat dua kelurahan di Kecamatan Pedurungan kembali terendam banjir.

Tlogosari Kulon dan Muktiharjo Kidul menjadi kawasan terparah. 

Genangan setinggi 30 hingga 60 sentimeter menenggelamkan jalan-jalan kampung dan rumah warga sejak Rabu (22/10).

 Baca Juga: Terjebak Banjir di Kaligawe Semarang, Biaya Operasional Sopir Truk Membengkak

“Di Muktiharjo Kidul hampir semua RW terdampak, dari RW 1 sampai 25,” ujar Lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati, ditemui saat memantau kondisi warga yang mulai mengungsi. 

Ia mengaku kewalahan menghadapi genangan yang tak kunjung surut karena pompa air di rumah pompa Tenggang hanya tiga unit yang berfungsi dari total enam unit. 

“Pompa yang hidup cuma tiga. Kalau pompa nggak jalan, ya air nggak bisa keluar. Saluran sudah diperbaiki semua, tapi kalau pembuangan di Tenggang macet, ya percuma,” keluhnya. 

Di wilayah ini, sejumlah warga memilih bertahan di rumah meski lantai sudah tergenang hingga setinggi lutut. Sebagian lainnya mengungsi sementara di balai RW dan masjid. 

“Air sempat surut tadi pagi, tapi siang hujan turun lagi. Kami terus pantau bersama petugas kecamatan,” ujarnya.

 

MENGUNGSI: Warga Kelurahan Tlogosari Kulon mengungsi di Musala Kelurahan, Kamis (23/10).
MENGUNGSI: Warga Kelurahan Tlogosari Kulon mengungsi di Musala Kelurahan, Kamis (23/10).

Camat Pedurungan Moh Agus Junaidi membenarkan bahwa dua wilayah tersebut menjadi titik terparah di kecamatannya.

“Yang paling parah Muktiharjo Kidul. Kalau Tlogosari Kulon, hanya beberapa titik yang tergenang,” jelasnya.

Agus Jun menyebut pihaknya telah menyalurkan bantuan sembako untuk dapur umum di setiap RW.

“Kami dapat bantuan beras dari provinsi, dibagikan untuk dapur umum di masing-masing wilayah. Selain itu, tim juga terus memantau titik genangan,” katanya.

 Baca Juga: Tekan Pelanggaran Internal, Wakapolri Dedi Prasetyo Tekankan Reformasi Kelembagaan

Meski begitu, ia menyoroti masih banyaknya saluran air tersumbat akibat sampah rumah tangga.

“Kesadaran masyarakat masih rendah. Banyak saluran mampet karena sampah. Padahal itu yang bikin air makin susah surut,” ujarnya mengingatkan.

Hingga Kamis sore, hujan kembali turun di wilayah Pedurungan. Petugas gabungan dari kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait bersiaga sambil menunggu pompa tambahan dari Dinas Pekerjaan Umum. 

“Pompa portable sudah diturunkan untuk bantu sedot air. Kami berharap malam nanti bisa surut,” kata Agus.

Banjir di dua kelurahan ini bukan pertama kali terjadi. Setiap kali hujan deras mengguyur Semarang bagian timur, kawasan Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon menjadi langganan genangan.

Warga pun hanya bisa pasrah menunggu air surut sambil berharap, pompa tak kembali macet. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#tergenang #Kecamatan Pedurungan #Kelurahan Tlogosari Kulon #hujan deras #Kelurahan Muktiharjo Kidul