Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengapa Cuaca Kota Semarang Terasa Sangat Panas? Suhu Tembus 35 Derajat, Begini Penjelasan BMKG

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:11 WIB

 

Suasana panas di wilayah Pantura, Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, Rabu (15/10) siang.
Suasana panas di wilayah Pantura, Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, Rabu (15/10) siang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Cuaca panas yang belakangan dirasakan warga Semarang bukan tanpa sebab.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang menjelaskan, kondisi ini terjadi akibat posisi gerak semu Matahari yang saat ini berada tepat di atas wilayah Pulau Jawa.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Ganis Erutjahjo, menjelaskan, fenomena ini bersifat periodik dan terjadi dua kali dalam setahun. Karena posisi gerak semu Matahari. 

Setiap beberapa bulan sekali, posisi Matahari bergeser. "Sekitar 21 Maret dia berada di atas Khatulistiwa, kemudian bergerak ke utara hingga 23,5 derajat Lintang Utara, lalu kembali ke selatan sekitar 23 September, dan sekarang posisinya sedang berada di sekitar Jawa," ujarnya, Rabu (15/10).

Akibat posisi tersebut, suhu udara di siang hari terasa lebih terik dari biasanya. Biasanya suhu di Semarang sekitar 32 – 33 derajat Celsius.

 

"Tapi kemarin tercatat mencapai 34,9 derajat, hampir 35. Jadi naik sekitar satu derajat lebih," tambahnya.

Menurutnya, kondisi panas ekstrem ini akan berlangsung hingga akhir Oktober, seiring pergeseran posisi Matahari ke arah selatan menuju 23,5 derajat Lintang Selatan pada 22 Desember mendatang. Setelah itu, suhu udara di Jawa akan berangsur normal.

 Baca Juga: Ratusan Santri Geruduk Kantor KPID Jateng di Semarang, Tuntut Izin Trans7 Dicabut

“Menjelang akhir Oktober, Matahari mulai menjauh ke Samudra Hindia, jadi panasnya tidak akan sekuat sekarang,” jelasnya.

Selain suhu udara, BMKG juga memantau kondisi perairan di sekitar Jawa Tengah. Berdasarkan data prakiraan cuaca maritim, gelombang laut berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. 

“Untuk perairan Pekalongan hingga Demak kategori sedang, 1,25 sampai 2,5 meter. Sementara di Jepara hingga Rembang dan Karimunjawa relatif rendah, antara 0,5 sampai 1,25 meter,” paparnya.

Sementara kecepatan angin pun terpantau bervariasi antara 2 hingga 15 knot. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak cuaca panas.

“Sebaiknya kurangi aktivitas luar ruangan yang tidak perlu, dan perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi,” pesan Ganis. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #cuaca panas #air putih #BMKG #luar ruangan