Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Dosen Unissula Mengamuk pada Dokter RSI Sultan Agung versi Jubir

Ida Fadilah • Jumat, 19 September 2025 | 16:12 WIB

 

Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Prof Jawade Hafidz memberikan keterangan di kantornya, Senin (15/9/2025).
Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Prof Jawade Hafidz memberikan keterangan di kantornya, Senin (15/9/2025).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dewan Etik Unissula telah mengkonfirmasi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus kekerasan yang dilakukan dosen Unissula, M Dias Saktiawan pada dokter RSI Sultan Agung, dr Astrandaya.

Dari hasil itu, kata Juru Bicara Unissula Prof Jawade Hafidz membenarkan ada peristiwa tersebut.

Ia menuturkan, kasus itu bermula saat seorang pasien bernama Triya Aulia Rosti yang akan melahirkan dan ditemani suaminya Dias di rumah sakit tersebut.

Dalam proses persalinannya akan ditangani oleh dua dokter, dr. Stefani spesialis obgyn dan dr Astrandaya Ajie yang akan memberikan tindakan medis berupa metode ILA.

"Metode ILA ini perlu saya sampaikan bahwa fungsi metode ILA -menurut cerita rumah sakit yang saya klarifikasi- adalah untuk membantu pasien saat-saat menjelang melahirkan di kala pasien merasakan rasa nyeri dan sakit yang luar biasa. Sehingga perlu diberikan suntikan yang disebut dengan metode ILA agar rasa nyeri dan rasa sakit bagian pinggul pasien itu bisa lebih ringan. Sehingga bisa memaksimalkan pasien itu ngeden ya, agar bayinya bisa keluar dengan selamat," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (18/9/2025).

Ia menyebut, dalam ruangan sudah ada dr. Stefani untuk menangani proses kelahiran sampai dengan melahirkan.

Prof Jawade menyatakan jika saat-saat menjelang melahirkan sang bayi lahir, pasien meriang-riang kesakitan dan memanggil nama dr Astra agar segera diberikan tindakan ILA supaya rasa sakit bagian perutnya agak berkurang.

Dalam situasi semacam itu, lanjutnya, sang suami ada di samping istri lalu kemudian keluar berupaya mencari dokter tersebut agar segera datang ke pasien untuk memberikan tindakan medis dengan metode ILA tadi.

Tak lama kemudian dia kembali ke ruangan memandu istrinya bersama dr Stefani dan dua bidan, serta satu orang rekan pasien untuk melalui proses-proses kelahiran bayinya. Maka lahirlah anak itu secara normal.

"Tidak lama dr Astra datang dengan maksud untuk memberikan tindakan itu tapi yang ditunggu pasien itu sudah lewat karena sudah melahirkan. Maka oleh suami pasien bereaksilah dengan nada tinggi agar dokter tersebut untuk keluar ruangan karena bayinya sudah lahir. Lalu keluarlah dokter itu bersama beberapa bidan ke ruangan yang lain," jelasnya.

Namun, dr Astra kembali dipanggil ke ruang pasien untuk memberikan tindakan mengurangi rasa nyeri pada bagian vital pasien karena akan dijahit yang robek.

"Jadi, itu kronologinya lalu kemudian selesai di situ peristiwa ada dorongan, ada suara keras dengan kata-kata yang mungkin bagi orang yang tidak terbiasa itu suara kata-kata yang aneh ya, dengan suara keras. Ketika kami tanya mengapa suara-suara itu keluar, dokter disuruh keluar. Ya, bilang karena kekecewaannya yang luar biasa. Diharap-harap datang saat istrinya membutuhkan suntikan agar mengurangi rasanya tapi tidak datang. Ini rasa kekecewaan," tuturnya.

"Ketika kami tanya ada pemukulan tidak? Tidak ada," tandasnya.

Atas kejadian tersebut, Rektor Universitas Sultan Agung Semarang, Prof Gunarto menjatuhkan sanksi kepada Dr. Muhammad Dias Saktiawan.

Sanksi tersebut berupa pembebasan dari tugas dan fungsi akademik sebagai Dosen selama 6 bulan. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Unissula Semarang #Rsi sultan agung