Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ratusan Mahasiswa dan Alumni FK Unissula Semarang Beri Dukungan pada Dokter RSI Sultan Agung Alami Kekerasan dan Ancaman

Ida Fadilah • Minggu, 14 September 2025 | 22:53 WIB

 

Ratusan mahasiswa, alumni Fakultas Kedokteran (FK) Unissula dengan menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di Masjid Hamidun Kasim, Minggu (14/9/2025).
Ratusan mahasiswa, alumni Fakultas Kedokteran (FK) Unissula dengan menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di Masjid Hamidun Kasim, Minggu (14/9/2025).

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dukungan terhadap dua dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang terus berdatangan.

Aksi nyata dilakukan ratusan mahasiswa, alumni Fakultas Kedokteran (FK) Unissula dengan menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di Masjid Hamidun Kasim.

Para mahasiswa mengenakan baju putih dan pita hitam sebagai simbol solidaritas terhadap dr Astra dan dr Stefani yang menjadi korban kekerasan saat bertugas.

Ketua Komite Medis RS Unissula Semarang, dr Puji, menegaskan aksi ini sebagai bentuk dukungan bagi dr Astra yang mengalami kekerasan saat menjalankan tugas.

“Kami mendukung langkah hukum yang diambil dr Astra dengan melapor ke Polda Jateng pada Jumat, 12 September. Ini negara hukum, tidak ada yang kebal hukum. Walaupun sudah ada permintaan maaf, sebagai hamba Allah tentu kami memaafkan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan,” ujar dr Puji, Minggu (14/9/2025).

Ia menambahkan, tenaga kesehatan sering menjadi sasaran amarah. Ia berharap dari kejadian ini bisa menjadi titik awal untuk menegaskan profesionalisme dokter dalam bekerja.

“Kalau ada ketidakpuasan dalam pelayanan, sampaikan dengan cara yang elegan, bukan dengan kekerasan,” imbuhnya.

Seorang mahasiswa peserta aksi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan moral terhadap dr Astra.

Ia bersama rekan-rekannya mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa dr Astra.

"Kami prihatin dengan kejadian ini karena mengancam keselamatan tenaga medis saat bertugas. Karena itu, kami mendukung langkah hukum yang ditempuh dr Astra,” ujarnya.

Adanya peristiwa kekerasan dan ancaman yang dialami dr Astra dan tenaga medis lainnya telah resmi dilaporkan ke Polda Jateng.

Salah satu tim kuasa hukum dr Astra, Mirzam Adli mengatakan, kasus dugaan intimidasi, ancaman, hingga penganiayaan yang menimpa dr. Astrandaya Ajie bersama sejumlah tenaga kesehatan menjadi sorotan keprihatinan publik.

Ia menyatakan, peristiwa tersebut tidak hanya melukai korban, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat.

Padahal, dokter sebagai tenaga medis dan tenaga kesehatan bekerja berdasarkan sumpah profesi, etika, ilmu pengetahuan, serta misi kemanusiaan.

Dalam perjalanan kasus ini, tim hukum juga menyoroti langkah manajemen rumah sakit yang dinilai gagal memberikan perlindungan penuh terhadap tenaga medis.

Begitupun pada pihak universitas maupun yayasan penyelenggara yang tidak menjatuhkan sanksi terhadap terduga pelaku.

Padahal, menurutnya, penyelenggara rumah sakit seharusnya menjadi pelindung, bukan justru instrumen tekanan terhadap tenaga medis. Atas hal itu, dirinya telah menempuh langkah hukum.

"Mendesak agar aparat penegak hukum Polda Jawa Tengah segera memproses tuntas dugaan tindak pidana intimidasi dan penganiayaan yang dilakukan pelaku kepada dokter maupun nakes," desaknya. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Unissula #RSI Sultan Agung Semarang