Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ibu Rumah Tangga di Semarang Nekat Tenggak Cairan Pemutih Pakaian, Sudah Tinggalkan Surat Wasiat

Muhammad Hariyanto • Minggu, 14 September 2025 | 12:42 WIB
Grafis.
Grafis.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Perempuan 32 tahun warga Candisari Semarang nekat menenggak cairan pemutih pakaian di dalam rumah dengan tujuan mengakhiri hidupnya, Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 12.00.

Beruntung aksi nekatnya ini diketahui anaknya, laki-laki yang berusia sekitaran 13 tahun.

Hingga akhirnya berhasil diselamatkan dengan dibantu kerabat dan tetangga.

"Awalnya anaknya itu di dalam kamar, mendengar suara seperti suara piring pecah yang dilempar di dalam kamar ibunya. Kemudian anaknya ini lari ke dalam kamar (ibunya) dan melihat ibunya meminum pemutih pakaian," ungkap Kanitreskrim Polsek Candisari, Iptu Bunawi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (13/9/2025).

Sang anak sempat mencegah ibunya. Namun ibunya sudah kalap dan masih nekat dan melanjutkan menenggak cairan pemutih pakaian tersebut.

Selain itu, sang anak ini juga tanpa sengaja melihat surat tulisan tangan ibunya yang tergelatak di kasur tempat tidur.

Kemudian, sesaat itu itu juga sang ibu pingsan tak sadarkan diri.

Merasa khawatir, sang anak langsung keluar rumah mencari pertolongan ke tetangganya.

Sang anak juga sempat memberikan surat kepada tetangganya dan menceritakan kejadian ini.

"Termasuk pak RT dan warga juga datang, melihat korban dalam kondisi muntah-muntah. Kemudian korban dikasih minum air putih supaya muntah-muntah lagi," jelasnya.

Selanjutnya, warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Candisari dan langsung berkoordinasi dengan medis ambulan hebat.

Guna penanganan lebih lanjut, Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Amino Kota Semarang.

"Tadi langsung dibawa ke RSJ (RS Amino) di Pedurungan, masih dirawat," katanya.

Menanggapi diduga korban mengalami depresi, Iptu Bunawi belum bisa menyimpulkan hal tersebut. Namun, aksi percobaan bunuh diri ini bukan yang kali pertama.

"Apakah depresi, kita belum tau. Karena sebelumnya juga pernah melakukan percobaan bunuh diri," terangnya.

Terkait pesan surat yang ditemukan sang anak, pihaknya mengatakan pada intinya korban merasa terhimpit ekonomi dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

"Intinya disitu dia korban menyerah tidak mampu membiayai anak anaknya karena masalah keuangan. Dia sudah tidak punya suami," pungkasnya. (mha)

Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi, jika Anda memiliki permasalahan depresi jangan berfikir untuk mengakhiri hidup. Anda bisa berkonsultasi melalui layanan konseling ke psikolog maupun psikiater untuk mendapatkan informasi dan layanan kesehatan jiwa atau mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling.

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Mengakhiri hidup #polsek #pemutih pakaian