RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hujan deras yang mengguyur Rabu (10/9) sore berujung bencana di Karanganyar Legok Semarang.
Sebelumnya talut setinggi 15 meter milik pabrik es batu ambruk dan menutup aliran Sungai Legok. Air meluap deras, menghantam empat rumah warga hingga satu di antaranya rusak parah.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto menyebut hasil asesmen menunjukkan talud tersebut memang sudah retak sejak beberapa hari sebelumnya.
Pondasi lama yang rapuh dan lamanya guyuran hujan membuat struktur tak mampu lagi menahan beban.
“Talut longsor karena pondasi lama sudah rapuh. Korban sebenarnya sudah melaporkan kondisi ini ke pengembang dan memang ada upaya perbaikan. Pihak unit kristal siap bertanggung jawab memperbaiki rumah warga dan menyediakan tempat tinggal sementara sampai perbaikan selesai,” ujarnya.
Camat Candisari Cipta Nugraha memastikan seluruh warga terdampak telah dievakuasi. Empat rumah dengan total 10 kepala keluarga kini menempati rumah indekos tidak jauh dari lokasi.
Ia menambahkan, pihak pabrik es bersikap kooperatif dan menanggung biaya akomodasi warga serta kerugian material akibat longsor.
“Talut itu sebenarnya baru dikerjakan. Kemarin ada keretakan dan sedang diperbaiki, tetapi tiba-tiba longsor. Untung kejadiannya siang, jadi bisa terpantau,” katanya.
Proses pembersihan material masih berlangsung. Aparat kepolisian, prajurit TNI, dan warga setempat bahu-membahu membersihkan sisa longsoran.
Satu unit eksavator diturunkan untuk mempercepat pengerjaan. Fokus utama adalah membuka kembali aliran sungai agar air tidak kembali meluap ketika hujan turun.
Dukungan juga datang dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Pemerintah memastikan langkah cepat dilakukan agar kondisi warga segera pulih dan bisa kembali hidup dengan tenang. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi