Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

IDI Jateng Bakal Beri Pendampingan Dokter RSI Sultan Agung yang Alami Kekerasan dan Ancaman dari Dosen Unissula

Ida Fadilah • Senin, 8 September 2025 | 20:54 WIB

 

 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Dr Telogo Wismo Agung Durmanto
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Dr Telogo Wismo Agung Durmanto

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Dr Telogo Wismo Agung Durmanto mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa dokter dan tenaga medis di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.

Terlebih dalam peristiwa itu diduga dilakukan oknum Dosen di Universitas Sultan Agung (Unissula) bernama Muhammad Dias Saktiawan.

"Sangat-sangat prihatin kok masih terjadi hal-hal semacam ini. Sedangkan rumah sakit yang lain itu kan proses hukum tetap berjalan. Artinya masyarakat seharusnya bisa menahan diri bahwa datang ke fasilitas-fasilitas itu kan minta tolong. Kenapa kok yang dimintai tolong kok dianiaya?" tanyanya heran, Senin (8/9/2025).

Menyikapi hal tersebut, dirinya belum mendapatkan laporan dari tim. Namun secara hukum pihaknya akan melakukan pembelaan terhadap anggota. Ia sudah menugaskan anggotanya untuk mendalami kasus ini.

Meski kejadian ini merupakan internal di rumah sakit, jadi harus menunggu kewenangan rumah sakit dulu.

Namun pada prinsipnya, karena dokter yang bersangkutan adalah anggota IDI, maka pihaknya wajib membela.

"Agar kejadian ini tidak terulang. Kalau kita bekerja di tempat fasilitas kesehatan, kok ada hal-hal semacam ini kan nanti lama-lama akan ada trauma atau kekhawatiran. Jadi dokter menjadi bertugas itu menjadi was-was. Apalagi kalau melihat videonya itu sampai menjerit-jerit ya," tambahnya.

Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan adil tanpa merugikan salah satu pihak.

"Saya berharap ini bisa diselesaikan dengan baik, ya berkeadilan. Kalau memang harus berproses secara hukum, pihak IDI wilayah Jawa Tengah akan mendampingi. Kalau satu kewajiban kami adalah melindungi anggota. Jadi kasus ini jangan sampai merugikan salah satu pihak secara tidak adil," katanya.

Ia menyebut, dokter yang diduga menerima kekerasan dari dosen sekaligus advokat itu baru saja melaporkan ke sidang komite medik. Alhasil dirinya belum mengetahui informasi kondisinya.

Diberitakan sebelumnya viral seorang oknum dosen di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang melakukan kekerasan di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Kejadian itu berlangsung pada Jumat (5/9/2025) lalu.

Dalam video yang beredar, terdapat suara seseorang yang marah-marah kepada tenaga medis di sebuah ruangan di rumah sakit IsIam tersebut. 

Oknum dosen tak hanya marah dengan mengeluarkan kata-kata kasar. Lebih dari itu, laki-laki itu dengan lantang mengucap akan membakar RSI Sultan Agung.

Kabar itu tak hanya viral melalui unggahan video. Juga beredar tangakapan layar sebuah percakapan menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Chat itu mengungkap dugaan peristiwa saat proses persalinan.

Pasien yang merupakan istri oknum dosen tersebut dikabarkan tengah dalam kondisi risiko tinggi. Namun pihak keluarga meminta persalinan normal, padahal dokter menyarankan operasi caesar (SC) karena memiliki riwayat keguguran.

Atas saran itu keluarga pasien menolak hingga ketegangan terjadi. Beberapa prosedur medis disebut ditolak dan memarahi petugas kesehatan berupa dokter dan perawat. (ifa)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#IDI Jateng #Unissula #RSI Sultan Agung Semarang