RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 12 orang pemancing di kawasan DAM merah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (19/8/2025) siang disapu gelombang. Dua orang ditemukan meninggal.
Informasi terbaru yang diperoleh tiga orang dikabarkan belum diketahui nasibnya. Berikut Identitas para korban selamat dan meninggal.
Tujuh orang korban selamat yakni Panijan, 47, warga Kebonharjo, Tanjung Mas Semarang Utara. Sigit, 45, dan Hartono, 46, keduanya warga Kokosan, Sendangguwo, Kecamatan Tembalang.
Andi Kurniawan, 45, warga Tegalsari Perbalan, Kecamatan Candisari. Kemudian, bernama panggilan To, Sugeng, dan Mbahe.
Korban meninggal dan sudah terevakuasi bernama Febriyanto, alias Bagong, 35, warga Gebang Anom Kecil, Sarirejo, Semarang Timur, dan Bagus Wicaksono, 33, warga Desa Sriwulan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Sedangkan tiga orang korban lainnya, dan sedang dalam pencarian bernama Pujo, Mono dan Wanto.
Awalnya, 12 orang pemancing ini berangkat dari Dermaga Tambaklorok, sekitar pukul 06.0.00. Mereka diantar menggunakan perahu sopek, oleh pemilik bernama Singgik menuju DAM merah Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Setelah sampai DAM, perahu kembali ke Dermaga tiba pukul 08.00.
Awalnya kondisi cuaca baik. Selang tiga jam kemudian, Singgik melihat kondisi cuaca dalam keadaan tidak baik, sekitar pukul 11.00.
Merasa khawatir dengan 12 orang pemancing yang diantar tersebut, Singgik langsung berinisiatif untuk menjemput. Sesampai lokasi berhasil mengevakuasi tujuh orang.
Selanjutnya dilakukan pencarian dan berhasil ditemukan 2 orang korban yang kondisinya sudah meninggal diperairan sekitaran lokasi DAM tempat mancing.
Selanjutnya, dua korban meninggal dievakuasi ke darat, dilanjutkan melaporkan kejadian ini ke kepolisian Semarang Utara diteruskan ke Inafis Polrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan luar.
Pihak keluarga korban meninggal juga mendapat kabar duka ini dan mendatangi lokasi kejadian. Namun, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi di rumah sakit.
Setelah membuat surat pernyataan, kedua jenazah tersebut dibawa dengan ambulance ke rumah duka oleh pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman.
Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, menyampaikannya ada lima orang pemancing yang terlempar ke laut diduga disebabkan gelombang laut. Dua orang ditemukan dalam kondisi meninggal.
"Dua orang korban sudah sudah ditemukan. Tiga pemancing lainnya Ujo, Mono, Wanto masih dalam tahap pencarian," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/8/2025).
"Identitas resmi belum kami dapatkan, masih pendataan," imbuhnya.
Sementara, Panijan, korban selamat mengaku awalnya cuaca dalam keadaan baik saat mancing bersama rekannya di deretan DAM merah. Namun, kondisi cuaca berubah hingga akhirnya terjadi peristiwa tragis ini.
"Awalnya ombak tenang dan cuaca cerah. Tiba-tiba langit gelap, angin kencang, ditambah gelombang tinggi, sama hujan deras," jelasnya.
Panijan mengaku, selamat dalam kejadian ini lantaran berdiri di DAM dekat tiang lampu. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan DAM merah yang berada di bawahnya.
"Saya menyelamatkan diri ke tiang lampu. Yang bawah saya di DAM merah kesapu gelombang, tukang perahu lalu menjemput mereka, tujuh selamat lima tenggelam," katanya.
Sebelumnya diberitakan, 12 pemancing di DAM merah kawasan sekitaran Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tersapu gelombang, Selasa (19/8/2025) siang. Kejadian tersebut dua orang meninggal ditemukan di perairan sekitaran lokasi DAM. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi