Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cerita Kapten CPM Purnawirawan Sanjoto Pengawal Bung Karno Asal Semarang

Adennyar Wicaksono • Senin, 18 Agustus 2025 | 12:15 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Semarang, Minggu (17/8), terasa berbeda sekaligus istimewa.

Pemkot Semarang, mengundang veteran perang sekaligus orang terdekat presiden pertama Ir. Soekarno, Kapten CPM Purnawirawan Sanjoto.

Meskipun tak lagi muda, pria yang berumur 95 tahun ini masih terlihat bugar dalam seragam kebanggaannya dan begitu khidmat mengikuti jalannya upacara HUT Republik Indonesia tingkat Kota Semarang.

Baca Juga: Begini Jadwal dan Cara Otentikasi Pencairan Gaji Pensiunan PNS 2025 Via Andal by Taspen

Sanjoto hadir ditemani dengan sang istri, yang berangkat dari rumahnya di Jalan Belimbing Raya Nomor 34, Peterongan, Kota Semarang.

Ditemui usai upacara, Sanjoto mengenang sekitar tahun 1955, dirinya ditugasi mengawal Bung Karno, ke Jakarta ke DIY melalui jalur darat.

Dalam perjalanan itu, sempat singgah dan beristirahat di Rumah Dinas Bupati Tegal.

"Tahun 1955 saya ditugaskan mengawal beliau, saat itu akan ke DIY dan sempat singgah di Tegal, untuk singgah memastikan pembubabaran DI/TII," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diketahui pada tahun 1950-an di wilayah Tegal merupakan daerah gerilya para pemberontak DI/TII, hingga akhirnya dapat ditumpas pada 1962.

Baca Juga: Inilah Amalan Penolak 320.000 Bala Atau Bencana yang Bisa Dilakukan saat Rebo Wekasan, Rabu Terakhir di Bulan Safar 2025

Sanjoto mengaku sangat bangga bisa dipercaya untuk mengawal sekaligus menjadi supir Bung Karno. Menurutnya sosok proklamator ini sangat merakyat, ramah.

"Beliau tidak pernah ngalem awake dewe. Setiap saat bilang terima kasih," kenangnya.

Ia juga sangat mengenang jasa Bung Karno, yang kala itu bersedia keluar masuk penjara untuk memerdekakan bangsa.

"Kata beliau, meskipun saya keluar masuk tahanan yang penting Indonesia bisa merdeka," tuturnya

Sebagai seorang veteran, dirinya meminta agar generasi penerus bangsa melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Salah satunya dengan melawan keraguan dan membangun bangsa.

"Siapa lagi kalau bukan para pemuda uang meneruskan, dan mengawal NKRI sebagai harga mati," pungkasnya.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat di Reservoir Siranda, PDAM Semarang Bilang Begini

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menjelaskan jika kehadiran Sunjoto inulu adalah hal yang istimewa dan bisa menginspirasi warga Semarang.

"Kehadiran beliau menjadikan peringatan kemerdekaan kali ini tidak hanya istimewa, tetapi juga menginspirasi kita semua tentang keberanian tanpa batas dan ketulusan pengabdian kepada bangsa," tutur Agustina.

Pada momen peringatan kemerdekaan tersebut, Agustina mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan.

Menurutnya, kemerdekaan tidak sekadar jembatan emas menuju tujuan negara berdasarkan pembukaan UUD 1945, melainkan juga untuk memperkokoh semangat gotong royong.

"Kemerdekaan merupakan jembatan emas kita menuju tujuan negara yang dimaksud dalam UUD 1945. Semua itu bisa dicapai jika kita terus merawat budaya gotong royong," tambah dia.

Dia menuturkan gotong royong sebagai warisan luhur dan konsep paripurna dalam mengungkit rasa cinta tanah air dan persatuan. Dia menambahkan gotong royong juga roh budaya menuju masyarakat Kota Semarang yang maju, berkeadilan sosial, lestari dan inklusif.

"Jiwa gotong royong atau budaya saling tolong menolong ini menjadi spirit kita untuk lebih mencintai tanah air dan perlu diduplikasi pada semua aspek kehidupan, termasuk dalam pembangunan berkelanjutan di Kota Semarang," ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu program pembangunan yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara gotong royong di bidang lingkungan melalui Semarang Bersih telah berhasil memutar ekonomi sirkular sebagai nilai tambah dengan mengelola 221.299 ton sampah dan menjangkau 278.006 rumah tangga.

Selain itu, Agustina mengungkapkan bahwa saat ini di sektor pendidikan, ragam kebijakan bantuan pendidikan telah menyentuh ribuan siswa dan mahasiswa di Kota Semarang sehingga mencatat apresiasi tinggi dari warga menurut Litbang Kompas.

Di bidang infrastruktur, Pemkot Semarang senantiasa menyoroti pentingnya perbaikan dari hulu hingga hilir, di antaranya dengan meluncurkan 1.000 sumur resapan sebagai solusi pencegahan banjir; perbaikan jalan, jembatan, sistem drainase, dan ruang terbuka hijau.

"Upaya-upaya ini memerlukan kerja sama dengan semua pihak, butuh semangat gotong royong sebagai motor pembangkit untuk mewujudkan Kota Semarang yang Tangguh," imbuhnya.

Sementara Semarang Sehat telah memberikan perlindungan terhadap 7.217 pekerja rentan lewat BPJS Ketenagakerjaan dan menambah peserta aktif UHC mencapai 30.864 jiwa.

"Tidak lupa Pemkot Semarang juga menyiapkan renovasi rumah tidak layak huni dan bantuan pembangunan rumah bagi masyarakat yang tidak mampu," jelasnya.

Agustina juga menyinggung busana yang dikenakannya dalam upacara.

Dia berusaha memadukan unsur Jawa dan Batak sebagai simbol akulturasi budaya di tengah peringatan kemerdekaan.

"Kostum yang dipakai ini berusaha memadukan antara Jawa dan Batak. Akulturasi budaya,"pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#HUT RI #pemkot semarang