RADARSEMARANG.ID, Semarang - Niken, 39, dan Adib Zahro, 12 menjadi korban adanya kecelakaan dari truk pengangkut kendaraan alat berat yang terguling dan menimpa kamar tidurnya, Senin (11/8/2025).
Niken terlihat masih syok. Perempuan berambut panjang ini hanya bisa terduduk diatas spring bed di ruangan kamar dalan rumah.
Niken mengaku kakinya masih terasa sakit akibat tertimpa meterial tembok kamar yang jebol terhantam kendaraan alat berat. Kakinya terlihat masih ada bekas luka lecet-lecet.
Begitu juga sang anak, Adib Zahro juga terlihat pada bagian kaki terdapat tembelan perban untuk menutup luka, saat terjadi musibah bersama sang ibu.
"Iya, ini kaki saya masih terasa sakit, tertimpa tembok (meterial). Ini anak saya kakinya juga masih sakit," ungkapnya dengan lemah, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/8/2025).
Niken juga mengaku, tidak mengetahui secara persis awal mula peristiwa tersebut. Sebab, sedang dalam kondisi tidur bersama anaknya di dalam kamar.
"Itu kejadian sekitaran jam 12 malam, tapi kondisi saya sudah tidur bersebelahan sama anak saya. Terus ada suara keras kayak bom, temboknya roboh menimpa saya," bebernya.
Seketika itu Niken dan Adib termasuk para penghuni dalam rumah tersebut terbangun. Namun, Niken tidak berbuat apa-apa lantaran tidak mampu beranjak keluar kamar lantaran tertimpa material tembok yang roboh.
"Setengah badan saya kerobohan (tertimpa) material tembok. Itu hampir setengah jam gak bisa apa-apa. Kaki saya gak bisa diangkat. Saya teriak teriak minta tolong, anak saya juga teriak teriak tolong-tolong. Terus ditolong sama kakak saya sama om," jelasnya.
Selanjutnya, Niken dan anaknya dipindahkan ke kamar lain. Sebagian penghuni rumah lainnya mengecek keluar rumah untuk memastikan peristiwa tersebut. Ternyata kendaraan alat berat terguling dan menimpa rumah.
"Tadi juga dibawa ke rumah sakit Hermina, rawat jalan. Tapi masih terasa sakit, kaki sama kepala," jelasnya.
"Kaki saya juga masih terasa sakit, pas kejadian tadi juga gak bisa apa-apanya, hanya teriak tolong, tolong," timpal Adib.
Lanjut Niken mengatakan, tak ada firasat apa-apa pada malam tersebut sebelum tidur. Hanya saja, terbesit dalam pikirannya, beberapa hari sebelumnya merasa tidak enak hati pada Sabtu malam Minggu.
"Itu setelah saya sholat Isyak, saya ngaji baca Alquran. Tapi rasanya itu masih sedih terus perasaan saya. Terus Minggu siang ada kecelakaan di samping rumah, ada oli tumpah," jelasnya.
Selain merusak bangunan tembok, juga merusak perabotan lain yang ada di dalam kamar. Namun, Niken mengaku belum mengetahui secara persis total kerugian ini.
"Televisi, kasur, lemari dan perabotan lainnya rusak. Belum tahu jumlahnya (kerugian). Ya semoga bisa diperbaiki secepatnya secara total," ujarnya.
Niken bersama penghuni rumah juga berencana akan mengungsi sementara ketempat saudara. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi rumah tersebut belum bisa ditempati.
Apalagi, dalam rumah juga tergenang air akibat pipa PDAM rusak dampak dari peristiwa kecelakaan tersebut.
"Sementara nanti rencananya nginap ke tempat saudara dulu. Ya masih trauma sama menenangkan pikiran, karena juga belum aman," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi