RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjajal langsung penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat berkunjung ke sejumlah pelaku UMKM.
Taj Yasin sapaan akrabnya mencontohkan langsung pembayaran melalui QRIS dalam rangka mendukung program digitalisasi perbankan Jateng Go Digital yang digagas PT BPR BKK (Perseroda) se-Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peluncuran layanan QRIS BPR BKK se-Jawa Tengah dan sistem Host to Host (H2H).
Tujuannya tak lain ialah memperluas akses transaksi digital dan mempercepat penjaminan pembiayaan UMKM melalui kerja sama dengan Jamkrida.
Taj Yasin menyebut peluncuran QRIS dan digitalisasi layanan perbankan merupakan bentuk nyata kemudahan akses bagi masyarakat.
"Jadi BPR BKK Perseroda saat ini bekerja sama dengan BSI dan kami mengelola untuk mengembangkan bagaimana (digitalisasi) mempermudah masyarakat," jelas Taj Yasin di Halaman Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (8/8) kemarin.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat setelah pandemi menjadi momentum untuk memperluas ekosistem digital.
Kini, masyarakat lebih terbuka dan senang menggunakan sistem pembayaran non tunai.
Pihaknya meyakini program digitalisasi ini akan berdampak positif pada perekonomian daerah.
Terutama di tingkat desa dan kecamatan.
“Adanya peluncuran ini saya berkeyakinan, saya berharap ini akan menambah meningkatkan investasi, meningkatkan pendapatan tingkat pemerintah Jawa Tengah lewat BPR BKK. Jadi insyaallah lebih mudah dan masyarakat nyaman menggunakan bekerja sama dengan BPR BKK Jawa Tengah,” tegasnya.
Kendati demikian Taj Yasin mengakui masih ada tantangan besar dalam mewujudkan ekosistem perbankan digital.
Salah satunya keterbatasan pemahaman masyarakat bawah tentang sistem manajemen keuangan.
Utamanya bagi petani dan nelayan yang sering kali tak bisa menjangkau perbankan.
"Tantangannya adalah sebenarnya bukan sosialisasi ini saja tapi memperluas akses bagi masyarakat. Itu biasanya butuh modal, utamanya adalah BUMDes, petani, nelayan ini butuh modal tetapi memang perlu diedukasi,” katanya.
Sementara Ketua Forum Komunikasi BPR BKK se-Jawa Tengah, Ahmad Mundholin menegaskan implementasi layanan digital ini bertujuan untuk memperluas ceruk pasar baru, terutama generasi milenial.
"Ya setelah launching ini implementasinya seluruh BPR BKK di Jateng ada produk ke sini yang nantinya bisa menambah ceruk pasar baru yang mungkin belum merambah digital, kita merambah digital, ini sekaligus untuk menggaet generasi-generasi milenial yang selama ini di BPR kurang begitu familiar," ungkapnya.
Sedangkan kerja sama Host to Host dengan Jamkrida, bbertujuan untuk empercepat proses penjaminan yang selama ini dilakukan secara manual.
"Lalu kaitannya host to host dengan Jamkrida itu dalam rangka untuk mempercepat proses penjaminan ya, artinya yang selama ini manual kita jadi digital tentu saja itu memudahkan mitra baik BPR BKK itu lebih mudah dalam pembayaran IJP (imbal jasa penjaminan) dari Jamkrida," tegasnya. (kap)
Editor : Tasropi