RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kebakaran rumah di Jalan Pesanggrahan Mlatibaru Semarang Jumat (25/7/2025) menyisakan cerita pilu.
Lima orang tewas terbakar dalam kejadian tersebut. Salah satunya adalah Amalia, 32, yang tengah mengandung tujuh bulan.
Amelia merupakan anak dari korban Aminah, 65, yang juga meninggal akibat kebakaran tersebut. Selain itu juga ada korban lain, yakni Saidah, 55, Muhammad Aditya, 14 dan Kimora Azzelea Rachmadi, 4 tahun.
"Rumah yang terbakar itu rumah Bu Aminah. Bu Aminah sama sama Bu Saidah itu kakak saya, saya paling kecil," jelas kerabat korban yang enggan disebut namanya.
"Kalau korban itu punya anak empat, satunya masih di kandungan, kemudian yang usia 14 tahun (Aditya), kemudian Rizky Pratama, sama yang masih 4 tahun (Kimora)," bebernya.
Beruntung Rizky Pratama saat kejadian tersebut tidur dirumah kerabatnya tersebut.
"Dia tidur sini sejak tiga bulan lalu. Dulu sering tidur sana, tapi setelah kejadian ketiban kayu, apa mungkin trauma atau takut terus milih tidur disini," jelasnya.
Tetangga dan kerabat yang masuk ke dalam rumah untuk takziah dan menunggu kedatangan jenazah yang diberangkatkan dari RSUP dr Kariadi Semarang.
"Ini masih menunggu jenazah, katanya masih di otopsi, setelah itu akan dimakamkan di daerah Kedungmundu," pungkasnya.
Sementara, ketua RW setempat Nugroho menyampaikan meskipun tengah mengandung, Amalia kabarnya akan melangsungkan pernikahan Agustus mendatang.
"Sudah lamaran dua minggu yang lalu. Calon suaminya orang daerah Kaligawe, sedang diajak ngobrol sama warga sini," jelasnya.
Sebelum melangsungkan pernikahan, Amalia sudah pernah menikah. Namun pernikahan tersebut kandas.
"Suami tiga (cerai), kalau gak salah satunya orang Salatiga. Taunya pas ngurus surat pindah, kan dulunya tinggal dirumah itu juga," jelasnya.
Nugroho juga menyampaikan, korban Amalia memiliki empat orang anak, yang salah satunya masih di dalam kandungan.
"Ya, kemarin juga tidak masuk sekolah, ya mungkin karena tidak punya faktor ekonomi. Kalau dirumah itu kan sama Bu Aminah," katanya.
Nugroho juga enggan berprasangka negatif atas kejadian kebakaran tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut murni kejadian musibah.
"Apakah mungkin tertidur lelap atau bagaimana. Itu rumah sebelahnya kalau gak tak seret keluar juga gak ke bangun. Padahal api besar. Ketika bangun terus menyelamatkan barang di dalam rumahnya," pungkasnya.
Adanya musibah tersebut, para guru dan rekan-rekan sekolah korban Aditya datang ke rumah duka.
Terlihat, banyak pelajar masih mengenakan seragam Pramuka yang antusias menunggu jenazah Aditya utuk disemayamkan ke TPU.
Salah satunya siswa bernama E, dan teman-temannya bergerombol duduk di pojokan sekitaran 50 meter dari rumah duka. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi