Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mbak Ita Mengaku Sempat Berantem dengan Suaminya saat Tahu Kepala Bapenda Semarang Indriyasari Datangi Rumahnya dan Serahkan Uang Iuran Kebersamaan

Ida Fadilah • Kamis, 24 Juli 2025 | 01:35 WIB

 

Momen Wali Kota Semarang Mbak Ita mendengarkan keterangan Kepala Bapenda Indriyasari saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (30/6/2025) lalu.
Momen Wali Kota Semarang Mbak Ita mendengarkan keterangan Kepala Bapenda Indriyasari saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (30/6/2025) lalu.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Meski sudah berlalu, Mantan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita belum melupakan kejadian tatkala Indriyasari, Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Semarang berkunjung ke rumahnya.

Pasalnya, bukan dirinya yang ditemui. Melainkan, suaminya Alwin Basri.

Kekecewaan ini terungkap saat dirinya diperiksa majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (23/7/2025).

Ia menyayangkan sikap suaminya maupun Iin yang bertemu diam-diam, padahal bertempat di rumahnya.

"Saya baru tahu kalau kepala bapenda pernah pergi ke rumah saya, tentu ya agak emosi saya, ada perempuan dateng ke rumah saat saya tidak ada," ucap Mbak Ita.

Secara struktural, Indriyasari adalah bawahan Mbak Ita. Namun, sekedar izin datang ke rumah, ia tidak menyampaikan ke Mbak Ita.

Usai tahu, Mbak Ita dan suaminya Alwin Basri bertengkar.

Terlebih ketika tahu Alwin menerima setoran dari iuran kebersamaan pegawai Bapenda. Sama seperti dirinya yang menerima Rp 1,2 miliar.

"Malah berantem. Saya tanya suami dapat berapa, katanya Rp 200 juta, Rp 200 juta, Rp 200 juta. Setoran 3 kali itu saya tidak tahu kapan menerimanya," tambah Mbak Ita.

Akhirnya keduanya mengembalikan. Mbak Ita lebih dulu mengembalikan Rp 900 juta dari total Rp 1,2 miliar yang ia terima.

Kemudian, di kesempatan lain, Mbak Ita mengembalikan Rp 300 juta dari uang asli yang sebelumnya diserahkan Iin.

Begitu juga dengan suaminya yang mengembalikan dalam pecahan dolar singapura Rp 600 juta.

"Saya sampaikan 'ini pengembalian saya Rp 300 juta, bapak Rp 600 juta, ada sisa Rp 100 monggo, barangkali ada kekurangan-kekurangan'," bebernya.

Perseteruan ini sebelumnya juga berlangsung saat Indriyasari menjadi saksi di persidangan pada Senin (30/6/2025).

Iin menyampaikan ada dugaan pimpinannya itu cemburu saat dia intens berkomunikasi dengan Alwin.

Hal itu bermula saat Iin ditanya Jaksa Penuntut Umum KPK perihal alasan pihak Bapenda yang berkomunikasi dengan Alwin bukan dirinya secara langsung, tetapi melalui bawahannya, Binawan Febriarto.

"Tidak tahu, mungkin Ibu Ita nanti cemburu atau gimana," jawab Iin.

Atas pernyataan itu, Mbak Ita pun menanggapi dan keberatan

"Begini Pak Hakim, saya keberatan kalau dikira cemburu sama saudara saksi. Tetapi karena saya juga tidak tahu bahwa beberapa kali (Iin, Red) ketemu dengan suami saya," ujarnya kala itu. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bapenda #Wali Kota Semarang #Mbak ITA #Hevearita Gunaryanti Rahayu