RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, akhirnya bisa bernapas lega.
Titik rawan kecelakaan di perlintasan sebidang rel kereta api Tanggungrejo bakal segera dibangun palang pintu resmi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang telah memastikan proyek tersebut mulai dilaksanakan bulan ini.
Baca Juga: Calon Lawan Timnas U23 di Babak Semifinal, Bakal Bertemu Dua Raksasa Asia Tenggara?
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (22/7) pagi, sejumlah petugas Dishub Kota Semarang bersama KAI perangkat kelurahan, LPMK, hingga warga RT RW tampak melakukan pengecekan lokasi atau join inspection.
Rencana pembangunan ini tak lepas dari berbagai kejadian kecelakaan yang selama ini menghantui warga.
Ketua RT 2 RW 5 Kelurahan Tambakrejo, Darwanto, tak menutupi betapa rawannya titik itu. Setahun sekali pasti ada laka (kecelakaan).
"Dulu, tiap tahun minimal satu. Kadang dua. Terakhir mobil pernah keserempet kereta. Jalane nanjak, kalau enggak ada yang jaga, pasti ada korban," jelasnya.
Ia mengakui sejak ada inisiatif Linmas dan warga untuk menjaga rel secara swadaya, situasi mulai aman.
“Sejak puasa tahun lalu, alhamdulillah belum ada kejadian. Tapi tetap waswas karena belum ada palang resmi,” ucapnya.
Baca Juga: Fakta Menarik Terkait Profil Pemain Muda Malaysia Aysar Hadi
Lurah Tambakrejo, Sukiswo, mengamini bahwa keselamatan warga jadi prioritas. Bulan ini akan dimulai pembangunan Palang Kereta Api oleh Dishub Kota Semarang.
"Harapannya, warga bisa lebih nyaman menyeberang. Apalagi selama ini yang sering kecelakaan justru tamu atau warga luar yang tidak tahu kondisi," jelasnya.
Lebih menarik, posko penjagaan akan dibangun dua lantai. Lantai atasnya nanti bisa dimanfaatkan untuk kegiatan edukatif masyarakat, terutama anak-anak.
"Bisa jadi tempat belajar keselamatan lalu lintas atau ruang kegiatan warga," imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan, titik ini termasuk dari tiga lokasi yang masuk prioritas pembangunan tahun ini, selain Kemijen, Semarang Timur dan Tugu, Mangkang.
Selama ini petugas dari lingkungan menjaga dua shift. Tapi nanti setelah pembangunan selesai, akan ada petugas bersertifikasi.
"Posnya juga memenuhi standar, ada sinyal, palang, rambu, dan sistem peringatan dini," terangnya.
Pembangunan palang ini merupakan hasil usulan Musrenbang yang akhirnya bisa terealisasi tahun ini.
Ini sangat penting, kata dia, karena di titik ini sudah ada catatan kecelakaan hingga meninggal dunia.
"Harapan kami, dengan posko ini bisa menjamin keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta tidak terganggu," harapnya.
Kini, warga tinggal menanti wujud nyata proyek tersebut berdiri. Sehingga, suara kereta tak lagi disambut cemas, tapi dengan kepastian bahwa ada palang yang menjaga. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi