RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebuah rumah di Jalan Lamper Tengah Raya, Semarang Selatan ludes terbakar, Selasa (15/7/2025) sekitar pukul 11.00.
Rumah tersebut dihuni Lasyati, perempuan yang berjualan kelapa muda di tepi jalan raya tersebut, atau depan rumahnya.
Sementara, penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik dari rumah Lasyati.
Kobaran api yang membesar, juga menyambar bangunan rumah bertingkat di belakang rumah Lasyati.
Terlihat bangun tembok bertingkat tersebut mengalami kerusakan kaca jendela pecah yang diduga dari akibat kobaran api.
Juju tetangga sebelah rumah Lasyati, mengaku awalnya sempat mendengar suara ledakan di atas rumah Lasyati. Seketika itu, terus keluar asap dan api yang menjalar ke bawah dengan cepat.
"Adek ku pas diluar situ terus lihat diatas ada kemebul ada asap, terus ada api jatuh terus kebakaran," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (15/7/2025).
Juju yang kebetulan sedang diluar rumah dan melihat kejadian itu langsung teriak-teriak minta tolong warga sekitar.
Merasa khawatir api merambat menyambar rumahnya, Juju juga sempat masuk ke dalam untuk menyelamatkan surat-surat berharga miliknya.
"Saya teriak-teriak, tolong, tolong. Terus saya masuk ke dalam rumah, ambil surat. Disitu juga ada Mbah, saya ajak keluar dulu," bebernya.
Warga yang mendengar teriakan kebakaran langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api sudah membesar lantaran cuaca panas dan angin kencang.
Hingga akhirnya, api menyambar bangunan rumah di belakang rumah Lasyati. Beruntung, api tidak menjalar ke depan maupun samping rumah yang dihuni Juju.
"Rumahnya itu sudah terbakar semua, bangunannya kan dari papan, triplek, jadi mudah terbakar. Untung pas sepi, di dalam rumah tidak ada orang," jelasnya.
Terlihat, rumah milik Lasyati, hangus ludes rata dengan tanah. Barang-barang di dalam rumah tersebut hangus menjadi arang.
Lasyati juga mengaku sama, seperti yang disampaikan Juju. Diduga api dari korsleting listrik diatas rumahnya.
"Saya pas disini, sama bapak sama temennya bapak. Tau-tau bluk gitu to, itu mbulat genine," jelasnya.
"Begitu bluk terus keluar asap terus langsung ada api, dan ga bisa langsung masuk," katanya.
Lasyati juga bisa menahan air matanya. Sesekali tangannya mengusap air matanya. Nada bicaranya juga sesenggukan mengingat musibah yang baru dialaminya.
"Api langsung mbulat ga bisa menyelamatkan apa-apa. Semuanya terbakar," katanya dengan wajah menangis.
Arus lalulintas dilokasi tersebut sempat ditutup sementara untuk memudahkan akses mobil pemadam kebakaran.
Terlihat, petugas Damkar juga masih sibuk melakukan pemadaman api. Selain itu, juga ada petugas dari PLN yang berupaya melakukan penanganan aliran listrik untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi