RADARSEMARANG.ID, Semarang - Motif kasus pembacokan di depan Klinik Pratama Jalan Sompok Lama, Peterongan Semarang Selatan terungkap.
Ternyata, korban yang menjadi pembacokan tersebut dilakukan oleh aksi gangster yang salah sasaran.
Korban salah sasaran aksi pembacokan ini adalah KRI, alias Vava, 17, warga Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang.
Keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Selatan pada 9 Juli 2025, sebagaimana tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/35/VII/2025/SPKT/Polsek Semarang Selatan/Polrestabes Semarang/Polda Jawa Tengah.
Aris Munandar menyebut, para tersangka dijerat Pasal 80 jo Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 170 ayat (2) ke-2e KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat.
"Kita tidak melihat pelakunya, kita memandang korbannya masih anak anak. Jeratan pasalnya 80 KUHPidana," tegasnya.
"Apakah masih ada pelaku atau pihak pihak lain sementara masih dalam pengembangan," pungkasnya.
Kronologi Kejadian
kejadian ini diawali saat KRI, keluar malam ke tempat rekannya yang masih satu wilayah, di Sendangmulyo, Tembalang yang sedang main game, sekitar pukul 01.00. Kemudian KRI mengajak rekannya nonton balap liar di Jalan Dr Cipto.
Usai nonton balap liar, kemudian KRI rombongan rekannya pulang saling boncengan mengendarai sepeda motor.
Namun belum di tengah perjalanan, depan Klinik Pratama, korban tiba-tiba di hadang oleh orang gerombolan orang tidak dikenal.
Baca Juga: 6 Kreak Pelaku Pembacokan di Sompok Semarang Ditetapkan Tersangka, 4 Diantaranya Masih Bocil
Kemudian, motor ditendang gerombolan tersebut hingga KRI jatuh tersungkur. Rekannya beruntung masih berhasil kabur. Namun, KRI tak berdaya lantaran langsung dikeroyok, dan ada yang menyabet menggunakan senjata tajam.
Setelah itu, gerombolan tersebut kabur meninggalkan lokasi. Sedangkan KRI masih tergelatak terkapar bersimbah darah penuh luka ditubuhnya. Diantara luka pada kepala kiri sobek, tangan kanan sobek dan kaki kiri patah.
Setelah mendapat informasi temuan bocah tersebut, selanjutnya KRI dibawa petugas medis ambulan hebat ke rumah sakit. Pihak kepolisian juga telah mendatangi lokasi melakukan olah TKP guna bahan penyelidikan.
Pihak Polrestabes Semarang juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah remaja dari rekan-rekan KRI.
Setidaknya ada tujuh remaja yang semuanya masih pelajar tersebut dimintai keterangan guna bahan penyelidikan lebih lanjut. (mha)