9 Remaja Diamankan Dugaan Keterlibatan Pembacokan Depan Klinik di Sompok Semarang
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sejumlah remaja diamankan anggota Polrestabes Semarang diduga terlibat dalam kasus pembacokan di depan Klinik Pratama di Jalan Sompok Lama, Peterongan Semarang Selatan, Rabu (9/7/2025) sekitar pukul 03.00.
Informasi yang diperoleh, ada sekitaran sembilan orang yang diamankan oleh anggota Jatanras Satreskrim Polrestabes Semarang, Rabu (9/7/2025) sekitaran pukul 19.00-20.00.
Mereka yang diamankan sebagian besar diwilayah Sendangguwo, wilayah Semarang Selatan, termasuk Lamper. Kemudian ada juga yang diamankan ketika nongkrong di Warmindo daerah Kedungmundu.
Sembilan orang tersebut, mereka ada yang masih pelajar dan sudah tidak sekolah. Ada juga yang masih dibawah umur dan dewasa dua orang.
Sedangkan barang bukti yang turut disita, menyita lima senjata tajam berbentuk celurit panjang.
Terkait motif dalam kejadian ini, informasi sumber ini menyebut peristiwa dipicu korban sedang pulang kerja. Namun ada informasi juga sudah saling melakukan tantangan melalui media sosial.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena mengakui telah mengamankan sejumlah orang kaitannya kejadian pembacokan di Sompok.
Mereka yang diamankan sedang dalam pemeriksaan penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang.
"Ada sekitaran sembilan orang yang diamankan," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/7/2025).
Terkait kepastian motif peristiwa ini, Andika belum bersedia memberikan keterangan dengan alasan masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
"Masih dilakukan pemeriksaan, masih didalami peran-perannya. Nanti kita sampaikan lagi," katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang remaja ditemukan dalam kondisi babak belur bersimbah darah di depak Klinik Pratama, Jalan Sompok Lama, Peterongan Semarang Selatan, Rabu (9/7/2025) sekitar pukul 03.00.
Kondisi korban mengenaskan. Tubuhnya dan baju warna putih yang dipakai penuh bercak darah. Termasuk dibagikan kaki. Bahkan, bagian tangan penuh dari.
Informasi yang beredar, jari tangan korban putus diduga akibat bacokan senjata tajam. Selain itu juga bagian kepala juga berdarah-darah.
Korban telah dibawa ke Rumah Sakit Wongsonegoro Kota Semarang. Sampai sekarang masih terbaring menjalani perawatan medis. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi