RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorak-sorai membahana sejak pagi di Udinus Sport Centre, Jalan Satria, Kelurahan Plombokan, Minggu (6/7).
Kecamatan Semarang Utara menggelar rangkaian lomba seru dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Bukan sekadar ajang meriahkan Agustusan. Kegiatan ini menjadi panggung semangat sportivitas, pelestarian budaya, dan kebersamaan lintas generasi.
Ada tiga lomba yang digelar secara serentak, yakni bakiak, bola voli, dan yel-yel Semarang Bersih. Semuanya melibatkan puluhan tim dari berbagai kelurahan, mulai dari karang taruna, PKK, hingga LPMK.
Tak hanya bertanding, mereka hadir sebagai simbol kekompakan dan keguyuban warga Semarang Utara. Dari tiga perlombaan, lomba bakiak menjadi sorotan utama.
Permainan tradisional ini mampu menyedot perhatian karena mengandalkan kekompakan dan koordinasi tim. Saat kaki tak seirama, tawa pun pecah dari penonton.
Namun, di balik keseruannya, omba ini mengandung makna mendalam tentang kerja sama dan sportivitas.
“Permainan tradisional seperti bakiak ini bukan sekadar nostalgia, tapi sarana menanamkan nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan. Ini yang ingin kami hidupkan kembali di tengah masyarakat urban,” ujar Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, saat membuka kegiatan yang juga dihadiri oleh Forkopimcam Semarang Utara.
Dalam perlombaan bakiak, Kelurahan Kuningan tampil solid dan meraih juara pertama, disusul Purwosari di posisi kedua dan Dadapsari sebagai juara ketiga.
Sementara itu, di lapangan voli, atmosfer kompetisi terasa panas namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Aksi-aksi smash dan blok dari tim-tim kelurahan mengundang decak kagum penonton.
Kelurahan Bulu Lor keluar sebagai juara pertama, diikuti oleh Panggung Lor dan Panggung Kidul.
Tak kalah seru, lomba yel-yel Semarang Bersih menjadi ajang kreasi dan kekompakan. Dengan semangat menjaga kebersihan lingkungan, tim dari Kelurahan Dadapsari dan Panggung Lor tampil memukau dan berhasil membawa pulang gelar juara.
Camat Siwi menambahkan, kegiatan ini juga menjadi tahap awal untuk seleksi tim-tim terbaik yang akan mewakili Kecamatan Semarang Utara dalam lomba tingkat Kota Semarang.
“Namun yang terpenting dari semua ini adalah semangatnya. Semangat sportivitas, kebersamaan, dan pelestarian nilai-nilai luhur,” tegasnya.
Warga pun menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Tak hanya peserta, para suporter dari berbagai usia anak-anak hingga lansia.
Mereka ikut meramaikan suasana dengan dukungan dan teriakan penyemangat. “Lomba begini itu seru! Bisa olahraga, ketemu banyak orang, dan yang penting bisa ketawa bareng,” ujar Aji, warga yang ikut menyemangati timnya.
Dengan semangat merah putih yang dikobarkan lewat olahraga dan permainan tradisional, Kecamatan Semarang Utara membuktikan, memperingati kemerdekaan tak harus mewah. Cukup dengan guyub, rukun, dan sportif. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi