Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sudah 3 Tahun, Pembunuh PNS Bapenda Semarang Iwan Boedi masih Misterius

Ida Fadilah • Senin, 7 Juli 2025 | 04:10 WIB

 

Kuasa Hukum almarhum Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan
Kuasa Hukum almarhum Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tiga tahun sudah PNS Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Boedi Praetijo Paulus tewas secara misterius. Namun, hingga kini kasusnya tak juga terungkap.

Siapa pelakunya, siapa otak dibalik kematiannya, apa motif pembunuhan dan mutilasi, pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah terjawab. Kepolisian yang menangani perkara ini pun dianggap gagal.

 Baca Juga: Dua Tahun Meninggalnya ASN Semarang Iwan Boedi Pembunuh Belum Terungkap, Aksi Solidaritas Desak Kapolda Baru Tuntaskan Kasus

"Polri masih gagal mengungkap kasus kematian misterius PNS Semarang Iwan Boedi Prasetijo Paulus, 1000 hari yang lalu," kata Kuasa Hukum Keluarga almarhum Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan pada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (6/7/2025).

Yas, panggilan akrabnya terang-terangan menyayangkan lambannya penanganan perkara ini. Sehingga korban dan keluarganya tak kunjung mendapatkan keadilan.

"Ya patut disayangkan bahwa sampai 1000 hari kemudian, mendekati 3 tahun ya, keluarga korban ini Iwan dan keluarganya itu belum mendapatkan keadilan. Nah, ke mana dia harus mencari keadilan," tandasnya.

 Baca Juga: Massa Tuntut Polda Selesaikan Kasus Pembunuhan Pegawai Bapenda Semarang Iwan Boedi

Dirinya tak memungkiri jika Polri telah berupaya, namun faktanya hingga kini pelaku belum terungkap sehingga proses hukum sebagaimana mestinya terhadap pelaku belum ada. 

Dirinya mendesak kepolisian tingkat Polrestabes, Polda, hingga Kapolri lebih sigap. Sebagai institusi besar yang mempunyai peralatan, scientific crime, sekolah tentang ilmu kriminalitas mestinya bisa mengungkap kasus ini.

Jika tidak berharap pada polri yang memiliki wewenang menangani kasus ini, ia pun menanyakan pada siapa lagi akan meminta keadilan. Hal itu yang ia sesalkan.

Menilik peristiwa itu, Yas berpendapat negara gagal melindungi Iwan sebagai saksi.

Bermula tanggal 23 Agustus 2022 ketika dia diberi surat panggilan menjadi saksi tanggal 25 Agustus dijadwalkan di Polda Jawa Tengah, namun di tanggal 24 Agustus hilang.

Menurut polisi Iwan akan dimintai keterangan terkait dana sertifikasi balik nama 8 bidang tanah fasilitas umum (fasum) - fasilitas sosial (fasos) yang sudah menjadi milik Pemkot yang sebelumnya diserahkan dari pihak swasta.

"Eh dia belum sempat hadir sebagai saksi atas panggilan itu kemudian meninggal. Itu kegagalan negara yang melindungi dia sebagai saksi," tuturnya.

 Baca Juga: Meresahkan! Beberapa Remaja Terekam Sedang Jarah Dagangan Tukang Sayur di Magelang

Karena meninggal, korban tak bisa menjadi saksi, bahkan kini pun tidak mendapat keadilan. Pihaknya mendorong agar pelaku segera tertangkap.

"Apapun itu meninggalnya Iwan adalah kegagalan negara melindungi saksi dalam perkara dugaan korupsi sehubungan 8 bidang tanah di Mijen Kota Semarang. Maka, kita menuntut, mbok yo negara kalau enggak bisa melindungi para saksi ini yo berikan keadilan kepada keluarga, ungkap pelakunya, proses hukum gitu," tegas Yas.

"Ya kita mendorong mbok ya kepolisian berhasil ngungkap gitu loh. Ibarat teroris mau ngebom sejam lagi aja bisa ditangkap. Negara juga hidup dari pajak-pajak rakyat untuk mengungkap kasus-kasus semacam ini juga. Jadi kita kita sedih mendalamnya di situ," kata Yas pilu.

 Baca Juga: Ratusan Pemancing Serbu Irigasi Banyuputih Salatiga

Menurutnya, tuntutan keadilan terhadap korban tidak hanya datang dari keluarganya saja, melainkan juga dari masyarakat.

Hal itu terbukti dari banyaknya kritikan publik melalui media sosial apabila terjadi masalah di Pemerintah Kota Semarang, pasti akan dikaitkan dengan kematian Iwan Boedi.

"Tidak hanya kita ya, saya pikir masyarakat luas juga tiap sehari kalau ada masalah Pemkot lari ke masalah ini, diingatkan ke masalah ini. Artinya ini memang tuntutan akan keadilan terhadap korban dan keluarganya, tapi masyarakat umum tuh menanti gitu loh," jelasnya.

Mengenang tiga tahun meninggalnya PNS ini, pihak keluarga akan menggelar Misa Arwah Peringatan 1000 Hari.

Bertempat di Gereja St.Maria Fatima Banyumanik, doa itu dijadwalkan pada Senin, (7/7/2025) pukul 19.00. Ibadah ini bakal dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

Dirinya berharap solidaritas tidak hanya dari teman gerejanya Iwan,tapi masyarakat di luar lingkungan keluarga, di luar lingkungan gereja juga turut mendoakan. (ifa) 

Editor : Baskoro Septiadi
#PEMBUNUHAN #bapenda semarang #Iwan Boedi