RADARSEMARANG.ID, Semarang - Misteri temuan 39 peluru di kedai es teh di Wonodri, Semarang Selatan terungkap.
Peluru senjata api aktif ini milik almarhum purnawirawan anggota Polri yang dulunya bertugas di Polrestabes Semarang.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena menyebut, pihak yang terakhir memegang peluru adalah anak dari anggota polisi yang sudah meninggal.
Baca Juga: Polisi Periksa Pemilik Kedai Es Teh Terkait Temuan 39 Peluru di Semarang
"Sudah ditemukan pemiliknya. Itu dari milik orang tuanya. Iya (anggota Polisi) sudah meninggal. Kita dalami dulu," ungkapnya di Mapolrestabes Semarang, Kamis (3/7/2025).
Peluru tersebut, sebelumnya disimpan ibunya pasca pasca orang tuanya meninggal. Sedangkan keberadaanya dilokasi kedai tersebut, peluru tersebut dibawa oleh anak yang terakhir kali menyewa kedai.
Awalnya, peluru ini dititipkan anaknya untuk diserahkan ke pihak kepolisian. Hanya saja, sang anak lupa menyerahkan setelah setelah ditaruh di kedai.
"Info awalnya kan peninggalan dari bapaknya, disuruh kembalikan sama ibunya ke Polrestabes. Terus lupa," jelasnya.
Baca Juga: Saksi Mata Bilang Begini Soal Temuan 39 Peluru Misterius di Kedai Es Teh Semarang
Namun demikian, Andika belum bersedia membeberkan nama-nama pemilik peluru tersebut. Menurutnya, kepolisian masih melakukan pendalaman dari hasil temuan peluru itu.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.
Peluru tersebut juga telah dikirim ke laboratorium forensik guna keperluan lebih lanjut.
"Kita masih menunggu hasilnya," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, 39 peluru senjata api di yang ditemukan di kedai es teh di Wonodri Sendang, Semarang Selatan merupakan amunisi kaliber kaliber 5,56 mm.
Barang berbahaya tersebut, kali pertama ditemukan oleh tiga orang saksi, masing bernama FJD, 24, MFRA, 24, dan MFB, 24. Ketiganya diketahui merupakan mahasiswa di Kota Semarang.
Baca Juga: Pemain Liverpool Diogo Jota Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Bersama Sang Adik
Mereka merupakan penyewa booth Es Teh Indonesia yang berada di lokasi tersebut. Sewanya Rp 500ribu per bulan.
Awalnya, tiga orang ini sedang bersih-bersi booth es teh, karena akan ditempati untuk berjualan, sesuai rencana mulai awal Juli 2025.
Saat bersih-bersih, dan buka kotak melihat ada puluhan peluru di dalam toples plastik transparan.
Sontak, temuan ini mengejutkan oleh tiga orang penyewa tempat tersebut.
Merasa khawatir terjadi sesuatu, selanjutnya temuan tersebut dilaporkan ke pemangku wilayah setempat diteruskan ke kepolisian.
Diduga, peluru tajam tersebut juga masih aktif. Namun, belum diketahui siapa pemiliknya. Sekarang ini, masih dalam penyelidikan kepolisian. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi