FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang, puluhan kader PKK dan industri rumahan untuk berinovasi mengolah ikan bandeng cabut duri menjadi dimsum sehat nan bergizi.
Hal itu dipraktikkan oleh warga sekitar dalam pelatihan kuliner yang didukung penuh oleh Dinas Perindustrian Kota Semarang.
“Bandeng presto itu kan bisa diolah jadi macam-macam. Nah, kita ajarkan variasi menu seperti otak-otak dan dimsum berbahan bandeng cabut duri. Sehat dan punya nilai jual,” kata Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Telematika dan Elektronika Agustina Widyastuti Selasa (1/7/2025).
Harapannya, pelatihan ini tak berhenti di dapur kelurahan saja. “Kader bisa menularkan ke tetangganya yang punya anak balita stunting. Bahkan bisa jadi peluang usaha rumahan,” imbuh Agustina.
Salah satu pemateri pelatihan, Sri Wahyuni, yang juga owner Cipta Mandiri, menjelaskan secara runtut tentang dimsum.
“Dimsum itu dari bahasa Tionghoa, artinya ‘menyentuh hati’. Cocok untuk anak-anak karena bentuknya kecil, lembut, dan bisa diisi aneka bahan bergizi,” jelasnya sembari membagikan resep dimsum bandeng buatannya.
Dengan bahan sederhana seperti daging bandeng tanpa duri, wortel parut, tepung sagu, putih telur, dan kulit pangsit, para ibu langsung praktik mengolah dimsum sehat. Kukus 45 menit, aroma sedap langsung menggoda.
Ternyata, di balik balutan kulit pangsit dan aroma bawang putih, ada misi besar yang ingin dicapai yaitu anak-anak Tambakrejo tumbuh sehat dan bebas stunting.
Lurah Tambakrejo Sukiswo menyampaikan, saat ini terdapat tujuh anak penderita stunting yang tersebar di beberapa titik RW.
“Memang tidak banyak, hanya tujuh dari 10 ribu jiwa. Tapi satu anak pun tetap harus kita perjuangkan kesehatannya,” tegas Sukiswo .
Pelatihan ini tak sekadar ajang masak-memasak biasa. Lebih dari itu, para ibu kader dilatih untuk mengolah bahan makanan sehat, khususnya dari ikan bandeng, menjadi menu yang menggoda lidah anak-anak.
Tujuannya jelas, agar para ibu yang memiliki balita stunting bisa diberdayakan dengan menu sehat bergizi dan tidak monoton.
“Kalau masakannya menarik, anak-anak juga semangat makan. Kandungan gizinya pun terjaga,” tambah Sukiswo. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi