RADARSEMARANG.ID, Semarang - Temuan peluru senjata api di kedai es teh Semarang Selatan masih misterius alias belum terungkap. Temuan ini, sempat membuat kaget pihak penyewa kedai yang pertama kali menemukan.
Lokasi kedai tersebut berada pojokan, ujung pertigaan jalan. Kedai tersebut berbahan besi, ukurannya juga tidak luas, sekitaran 1,5x3 meter.
Pihak penyewa, atau saksi mata yang menemukan dan melaporkan temuan tersebut, MF, mengaku tak mengetahui asal usul pemilik peluru tersebut.
Menurutnya, mengetahui barang tersebut saat melakukan bersih-bersih pada Minggu (29/6/2025) sekitar pukul 20.00.
"Kita bertiga itu bersih-bersih jam 8 malam. Terus buka kontainer (kecil), kok ada ini (peluru)," ungkap mahasiswa yang tinggal di Pucanggading, Mranggen Kabupaten Demak, Senin (30/6/2025).
"Kaget banget waktu nemuin, sama temen saya dikira bercanda, ini barang asli apa bukan. Terus kita bertiga koordinasi ternyata beneran terus kita lapor ke polisi," bebernya.
MF, mengaku kedai tersebut buka miliknya, melainkan menyewa dan belum buka jualan. Sebelum melaporkan ke kepolisian, juga sempat menyampaikan ke pihak temannya yang sebelumnya memakai kedai tersebut, bernama A.
"Kita nyewa dari Adam, temennya temenku, kita nerusin dari adam. Kata Adam itu barang sudah ada sebelumnya, tapi dia ga berani lapor," bebernya.
"Disini nyewa Rp 500 ribu, sama air sama listrik. Udah disuruh diangkut tapi gak diangkut. Kita kan penyewa maunya bersih, ya jengkel juga," katanya.
Temuan tersebut dilaporkan ke SPKT Polda Jateng. Selanjutnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan jajaran Polsek Semarang Selatan dan Polrestabes Semarang.
"Itu aktif kok ada, laporannya katanya aktif itu," katanya menirukan penyampaian petugas kepolisian saat pelaporan.
Terlihat, kedai mini masih dalam kondisi tertutup. Anggota kepolisian tanpa pakaian dinas alias reserse juga berada dilokasi, untuk mengumpulkan keterangan sebagai bahan penyelidikan.
Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 39 peluru senjata api (senpi) ditemukan di sebuah Kedai Es Teh, di wilayah Wonodri Sendang, Kecamatan Semarang Selatan, Minggu (29/6/2025) sekitar pukul 23.00.
Puluhan peluru tersebut tersimpan di kotak plastik, dalam kontainer kecil. Serta di dalam kotak tersebut bertumpukan perkakas yang dibawahnya barang-barang lain juga bahan plastik.
Barang berbahaya tersebut, kali pertama ditemukan oleh tiga orang saksi, masing bernama FJD, 24, MFRA, 24, dan MFB, 24. Ketiganya diketahui merupakan mahasiswa di Kota Semarang.
Mereka merupakan penyewa booth Es Teh Indonesia yang berada di lokasi tersebut. Sewanya Rp 500ribu per bulan.
Awalnya, tiga orang ini sedang bersih-bersi booth es teh, karena akan ditempati untuk berjualan, sesuai rencana mulai awal Juli 2025. Saat bersih-bersih, dan buka kotak melihat ada puluhan peluru di dalam toples plastik transparan.
Sontak, temuan ini mengejutkan oleh tiga orang penyewa tempat tersebut. Merasa khawatir terjadi sesuatu, selanjutnya temuan tersebut dilaporkan ke pemangku wilayah setempat diteruskan ke kepolisian.
Diduga, peluru tajam tersebut juga masih aktif. Namun, belum diketahui siapa pemiliknya. Sekarang ini, masih dalam penyelidikan kepolisian.
Kapolsek Semarang Selatan Kompol Sucipto membenarkan adanya penemuan peluru tersebut. Pihaknya juga menyampaikan belum menemukan pemilik peluru tersebut.
"Diserahkan ke kami (setelah ditemukan di TKP). Pemiliknya belum ketemu, masih penyelidikan," katanya saat dihubungi, Senin (30/6/2025).
Menanggapi terkait peluru tersebut aktif, kaliber hingga untuk penggunaan senpi jenis apa, Kompol Sucipto menyampaikan belum bisa memastikan hal tersebut.
"Kita belum tahu," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi