Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ratusan Truk Blokade Jalan Siliwangi Semarang, Sopir Demo Aturan ODOL di Kantor Dishub Jateng

Muhammad Hariyanto • Senin, 23 Juni 2025 | 19:13 WIB
Jalan Siliwangi diblokade pengemudi truk buntut aksi menolak kebijakan over dimensi
Jalan Siliwangi diblokade pengemudi truk buntut aksi menolak kebijakan over dimensi

Lima Jam Jalur Pantura Sliwangi Krapyak Diblokade Aksi Demonstrasi Pengemudi Truk

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jalan Siwilangi Semarang yang merupakan akses menuju jalur Pantura mengalami kemacetan parah, Senin (23/6/2025) sekitar pukul 08.00.

Kemacetan ini dampak adanya aksi demontrasi atau unjuk rasa yang dilakukan para sopir atau pengemudi truk.

Aksi unjuk rasa ini, terkait adanya kebijakan pemerintah yang akan menertibkan truk over over dimensi, over load (ODOL) .

Terlihat aksi penutupan jalan berada di pertigaan Jalan Siliwangi simpang Jalan Hanoman, Krapyak Semarang Barat.

Dua lajur tersebut awalnya sempat diblokade truk-truk besar maupun kecil.

Truk tersebut juga dipasangi berbagai poster terkait aksi penolakan kebijakan pemerintah yang dianggap para sopir terlalu memberatkan utamanya pendapatan.

Selain itu juga terdapat kritikan terkait kebijakan tersebut.

Aksi tersebut, suara hingar bingar dari sound sistem yang sudah disiapkan oleh truk pengunjuk rasa.

Sementara, para peserta yang sebagain besar pengemudi truk berjoged ditengah jalan dengan iringan musik sound sistem yang menggelegar.

"Tadi sudah pada kumpul disini sejak pukul 08.00. Saya dari rombongan Magelang, ada sekitar 50 truk," ungkap salah satu sopir truk dari pengunjuk rasa di pertigaan Hanoman, Sunarto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (23/6/2025).

Sedangkan pusat unjuk rasa berada di depan Kantor Dinas Perhubungan Jawa Tengah, di sekitaran akses keluar masuk pintu tol, Krapyak Semarang Barat.

Informasi yang diperoleh, aksi tersebut juga menjalar panjang hingga di kawasan Tugu, dekat RSUD Tugurejo.

Kendaran yang melintas dialihkan untuk mencari rute aman. Diantaranya mengarah ke Jalan Prof Hamka, dan titik lainnya di Jalan Siliwangi menuju Jalan Hanoman.

Lanjut Sunarto, rombongan dari Magelang belum sepenuhnya berada kumpul di titik Siliwangi. Sebab, masih ada yang tertahan di wilayah Kabupaten Semarang.

"Tadi infonya ada yang tertahan di Ambarawa, entah gak boleh apa gimana, belum bisa merapat ke sini (Siliwangi)," katanya.

"Aksi ini intinya menolak kebijakan pemerintah. Ya kalau itu dimensi, muatan dikurangi ya secara otomatis tidak cucuk dengan pendapatan," katanya.

Terlihat, petugas kepolisian Polrestabes Semarang dan jajaran Polsek bersama Dinas Perhubungan berada di lokasi aksi unjuk rasa.

Mereka mengatur arus lalulintas terkait dampak dari adanya aksi tersebut. Hingga pukul 12.00, aksi arak-arakan truk mulai berangsur meninggalkan lokasi.

Disisi lain, Polrestabes Semarang akan mengerahkan lebih dari 1.000 personel gabungan, terdiri dari jajaran internal, Polsek wilayah, serta bantuan personel dari Polda Jawa Tengah dan Polres sekitar.

Sejumlah titik kumpul massa aksi juga telah dipetakan guna mendukung kelancaran pengamanan.

Kompol Agung menambahkan, kepolisian juga telah melakukan pendekatan secara preventif dan humanis dengan para koordinator lapangan aksi.

Koordinasi intensif dilakukan agar kegiatan berlangsung dalam koridor hukum, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum, khususnya lalu lintas di kawasan Semarang barat.

Aksi unjuk rasa ini diperkirakan akan diikuti oleh ribuan pengemudi truk dari berbagai wilayah Jawa Tengah.

Massa akan berkumpul di beberapa titik seperti Sekretariat API Nasional di Jalan Ronggowarsito, Terminal Gunungpati, lingkar Bawen, dan By Pass Kendal.

Mereka akan membawa berbagai atribut aksi seperti spanduk, bendera organisasi, dan mobil komando.

Dalam keterangannya kepada media, Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Agung Setiyo Budi menyampaikan bahwa jajaran Polrestabes Semarang telah melakukan sejumlah langkah persiapan pengamanan secara menyeluruh guna memastikan kegiatan unjuk rasa berjalan aman dan tertib.

"Polrestabes Semarang telah menyiapkan personel dan strategi pengamanan secara terbuka dan tertutup. Kami pastikan kegiatan berjalan damai, tidak mengganggu ketertiban umum," ujar Kompol Agung, Minggu (22/6/2025).

Pihaknya juga mengimbau kepada para peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Menanggapi rencana aksi ini, Kompol Agung juga menyampaikan tiga poin kebijakan yang ditekankan Polda Jawa Tengah dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan:

"Pertama, pengamanan unjuk rasa terkait ODOL akan dilakukan secara maksimal oleh Polri agar berjalan aman dan lancar. Kedua, tidak akan ada tindakan penilangan terhadap para pengemudi truk yang tergabung dalam aksi. Dan ketiga, tidak akan dilakukan penghentian terhadap kendaraan truk selama kegiatan berlangsung," tegasnya.

Polrestabes Semarang memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan dikawal dengan pendekatan humanis dan profesional, mengedepankan dialog serta koordinasi dengan para koordinator lapangan. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Aksi unjuk rasa sopir truk di Semarang #Sopir truk demonstrasi di Semarang