FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Talut di bantaran Kali Banger, tepatnya di Cilosari Barat RT 6 RW 8, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, ambles sepanjang sekitar 20 meter pada Selasa (17/6) siang.
Kejadian itu sontak membuat warga sekitar panik, terlebih mengingat intensitas hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut dalam dua hari terakhir.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/6) pagi, berbagai tanaman warga, dan pohon berteduh jatuh ke sungai. Sehingga, menghambat aliran air sungai.
“Saya waktu itu duduk, tiba-tiba dengar suara ‘mak buh’. Saya kira motor jatuh, ternyata talut yang ambrol,” ungkap Khoiriyah, warga setempat, saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (18/6).
Menurut warga, talut tersebut memang sudah dalam kondisi miring dan terlihat retak sejak beberapa waktu lalu.
Dibangun sekitar 10 tahun lalu, konstruksi penahan tanah di pinggir sungai itu dinilai sudah tidak lagi kuat menahan tekanan tanah dan aliran air, terutama saat musim penghujan.
Ambruknya talut mengarah langsung ke aliran sungai. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga khawatir jika tidak segera diperbaiki, akan berpotensi menyebabkan banjir dan merembet ke permukiman.
“Kemarin Pak Lurah sudah datang meninjau. Katanya ini sudah dilaporkan dari RT ke RW dan diteruskan ke kelurahan. Harapan kami bisa segera diperbaiki sebelum musim hujan makin deras,” lanjut Khoiriyah.
Warga juga berharap Pemkot Semarang bisa melakukan tindakan cepat agar dampak kerusakan tidak meluas.
Pasalnya, jika dibiarkan, air dari Kali Banger bisa meluap ke rumah-rumah warga saat debit sungai meningkat.
Kondisi ini menjadi alarm bagi wilayah-wilayah lain yang memiliki struktur penahan sungai serupa agar dilakukan pengecekan berkala.
Pemerintah diminta bertindak proaktif untuk mencegah bencana yang lebih besar. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi