RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Karti Centra Artha (KCA), menggelar gerebek pasar untuk mengajak masyarakat berinvestasi deposito dan menabung di bank tersebut.
Adapun gerebek pasar tradisional ini dilakukan di empat kantor cabang yakni Semarang, Mranggen, Ambarawa dan Kudus, serta enam kantor cabang yang dimiliki.
Sasarannya adalah pedagang pasar ataupun pelaku UMKM.
Diektur Utama BPR KCA, Muhammad Nuf Bernadin menjelaskan, Bernadin menjelaskan, sudah ada beberapa progam yang akan menyasar kalangan pelaku UMKM atau yang disebut program grass root.
“Program ini kita menyasar UMKM sebagai mitigasi resiko dengan menambah nasabah, tapi kalangan korporasi dan uumum tetap jalan,” tambahnya.
Adapun kalangan UMKM sendiri, ditargetkan menjadi tulang punggung penghimpunan dana dari pihak ketiga (DPK) sebesar 40 persen.
Adapun program yang ditawarkan adalah deposito Rp 1juta, dan mendapatkan keuntungan emas senilai Rp 420 di awal.
“Deposito Rp 1 juta ini, kita kunci selama 10 tahun, kita akan perbanyak itu. Nasabah bisa mendapatkan emas senilai Rp 420 ribu di awal,” bebernya.
Setiap pegawai BPR KCA, ditarget minimal mendapatkan dua nasabah. Bernadin yakin jika program tersebut akan booming dan diminati masyarakat.
"Misalnya melakukan deposito ke KCA, senilai Rp 60 juta, nasabah bisa mendapatkan motor senilai Rp 24 jutaan di awal. Syaratnya deposito dilakukan selama delapan tahun," tambah dia.
Nasabah kata dia, bisa berdiskusi dengan BPR KCA terkait besaran investasi deposito yang dilakukan.
Dia yakin pelaku UMKM bakal tertarik karena minim dengan resiko.
Dalam kesempatan gerebek pasar ini, juga dikenalkan produk baru diantaranya berupa tabungan pendidikan mulai Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu. Serta tabungan ziarah minimal Rp 100 ribu. (den)
Editor : Tasropi