RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ribuan job seeker atau pencari kerja, nampak amtusias mendatangi Jobfair yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, Selasa (6/5).
Mereka nampak tak sabar untuk melakukan registrasi dan kemudian masuk untuk memilih lowongan yang ditawarkan.
Dari data yang ada, ada 38 perusahaan dengan total 2.000 lowongan pekerjaan yang diperebutkan, bahkan ada beberapa perusahaan yang langsung melakukan interview.
Jobfair bertajuk Naker Fest Kota Semarang 2025 ini digelar selama dua hari yakni Selasa (6/5) dan Rabu (7/5) pukul 08.00 - 15.00.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang membuka acara menjelaskan, jika gelaran tersebut sebagai etalase besar yang memberikan informasi dan layanan ketenagakerjaan yang strategis.
“Pemerintah menghadirkan tata kelola pasar tenaga kerja yang sehat sekaligus profesional di Kota Semarang,” katanya Selasa (6/5).
Dari data BPS Provinsi Jawa Tengah, tingkat pengangguran terbuka Kota Semarang pada 2024 5,82 persen. Angka itu turun 0,17 persen dari 5,99 persen pada 2023.
Sementara Pada jobfair 2024 lalu, Pemerintah Kota Semarang berhasil menempatkan 862 orang dari total 2.206 lowongan kerja.
Iswar mengaku, melakui Naker Fest ini targetnya ada 750 orang yang bisa berhasil ditempatkan kerja dari total 2.500 pencari kerja dengan ketersediaan 2.000 lowongan.
“Potensi terbaik, dan tenaga kerja di Semarang, punya kesempatan untuk menjawab mimpinya dan punya kesempatan untuk hidup yang lebih baik serta sejahtera,” ujarnya.
Menurut dia, dinamika ketenagakerjaan semakin kompleks dan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pengelolaan pembangunan berkelanjutan, terlebih semua pihak harus bersiap menghadapi bonus demografi.
Kota Semarang, kata dia, sebagai kota urbam tidak sekadar memberikan ruang-ruang berekspresi bagi masyarakat untuk berdikari, melainkan juga menyediakan peluang kerja menjanjikan di sejumlah industri yang menjadi motor penggerak perekonomian di Ibu Kota Jateng.
Selain itu Pemkot , juga berupaya mengembangkan serta menarik investasi domestik maupun asing di Kota Semarang.
Peningkatan investasi ini diharapkan akan membuka lebih banyak peluang bisnis, peluang lapangan pekerjaan, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga, job fair ini benar-benar menjadi jawaban, menjadi ruang untuk mendekatkan sekaligus mengkonversi peluang dan tantangan menjadi keuntungan, menjadi ruang pencocokan keahlian dan kebutuhan dalam pasar tenaga kerja,” pungkasnya.
Plt Kepala BBPVP Semarang, Moh Amir Syarifuddin menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata implementasi dari Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan peningkatan kualitas SDM dan penciptaan lapangan kerja.
Pihaknya mendorong sinergi antara dunia pendidikan, pelatihan, dan dunia usaha dalam menciptakan peluang kerja yang nyata dan berkelanjutan.
Selain penyediaan lowongan kerja, akan ada pula Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap 3 secara daring, serta Training of Trainers (ToT) Produktivitas bagi Instruktur Pemerintah.
“Pelatihan smart digital menjadi salah satu program unggulan untuk menyiapkan SDM adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta mendorong kewirausahaan,” bebernya.
Bekerja kata dia, tidak hanya menjadi karyawan namun harus punya keberanian merintis usaha mandiri.
Sehingga melalui Naker Fest ini, peserta juga dapat mengikuti berbagai short class kewirausahaan sebagai bekal dalam membangun bisnis sendiri.
"Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan tingkat pengangguran, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mendukung target nasional dalam menghapus kemiskinan ekstrem," tambahnya.
Zuan Kurnia Vinka, salah satu pencari kerja mengaku sangat terbantu dan antusias untuk melihat lowongan pekerjaan yang ditawarkan.
Dia pun rela mendatangi semua stand untuk melihat pekerjaan yang pas sesuai dengan program studinya yakni sarjana akuntansi.
“Masih melihat-lihat, tapi sudah ada bayangan mau daftar mana. Jujur terbantu sih, karena setelah lulus tahun lalu, belum bekerja karena beluma da yang sesuai,” katanya. (den/bas)
Editor : Baskoro Septiadi