RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah Kota Semarang mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang sebagai alternatif transportasi utama saat Semarang Night Carnival (SNC) 2025.
Acara tahunan yang digelar pada hari Minggu malam (4/5/2025), diprediksi akan menarik ribuan pengunjung dari dalam maupun luar kota yang berpotensi meningkatnya kemacetan.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perhubungan Kota Semarang bekerja sama dengan pengelola Trans Semarang menyiapkan rekayasa lalu lintas serta peningkatan pelayanan angkutan umum.
Salah satu fokus utamanya adalah kemudahan akses ke pusat kota dengan menggunakan Trans Semarang. Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan armada tambahan.
Selain itu pihak Trans Semarang juga memperpanjang jam operasional beberapa koridor untuk mengakomodasi lonjakan penumpang saat SNC berlangsung.
“Kami siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dengan menyediakan layanan yang lebih optimal,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan Trans Semarang, langka pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui koridor terdekat dari lokasi mereka.
Trans Semarang memiliki 8 koridor utama yang dapat menjangkau beberapa wilayah kota, seperti Tembalang, Banyumanik, Mangkang, dan Pelabuhan Tanjung Emas.
Jika berada di luar kota dan datang menggunakan kereta api, penumpang bisa langsung menuju ke Halte Balai Kota yang terletak tidak jauh dari Stasiun Tawang.
Halte ini merupakan titik pertemuan beberapa koridor seperti Koridor 1 (Mangkang-Penggaron) dan Koridor 5 (PRPP-Simpang Lima).
Trans Semarang menggratiskan layanan BRT selama tujuh hari mulai tanggal 2 hingga 8 Mei 2025, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-478 Kota Semarang.
Selama periode ini, seluruh penumpang dapat menikmati layanan Trans Semarang tanpa dikenakan biaya dan syarat apapun.
Selain itu, Trans Semarang juga memperpanjang jam operasional hingga pukul 22.30 WIB pada malam SNC, untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan mobilitas masyarakat.
Trans Semarang menawarkan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan. Setiap bus dilengkapi dengan AC, kamera pengawas (CCTV), serta kursi khusus untuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
Rute-rute yang diarahkan ke pusat kota akan diperkuat dengan bus tambahan, terutama menuju kawasan Jalan Pemuda dan Simpang Lima yang menjadi lokasi utama Semarang Night Carnival.
Masyarakat dapat turun di halte-halte strategis seperti Halte Balai Kota, Pandanaran, dan Museum Mandala Bhakti.
Untuk menghindari antrean panjang, disarankan masyarakat menggunakan aplikasi Teman Bus atau Google Maps untuk memantau jadwal kedatangan bus dan memilih rute tercepat.
Aplikasi tersebut juga menyediakan informasi tentang posisi halte, estimasi waktu tempuh, serta ketersediaan armadanya.
Dinas Perhubungan juga menyediakan petugas lapangan dan relawan di titik-titik penting untuk membantu penumpang mencari halte serta memberikan informasi rute Trans Semarang.
“Kami ingin memastikan warga nyaman dan tidak kebingungan saat beralih ke angkutan umum,” ujar Haris.
Selama SNC berlangsung, sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan kota lama, Jalan Pemuda, dan Simpang Lima akan ditutup dan dialihkan.
Oleh karena itu, dengan menggunakan Trans Semarang, warga tidak perlu khawatir mencari parkiran atau terjebak dalam kepadatan lalu lintas.
Segala kemudahan yang ditawarkan oleh pihaknya, Trans Semarang menjadi solusi efektif untuk menghindari kemacetan SNC dengan lebih nyaman.
Warga diharapkan dapat mendukung program ini dengan mulai membiasakan diri menggunakan transportasi publik.
Editor : Baskoro Septiadi