RADARSEMARANG.ID - Pemerintah Kota Semarang diketahui akan segera menyelenggarakan sebuah festival bertemakan Ogoh-ogoh dalam merayakan semangat keberagaman masyarakat Semarang.
Sebelumnya, pasti kita kerap mengetahui di sosial media berseliweran video tentang pawai Ogoh-ogoh yang berukuran masif dan memiliki bentuk unik nan menyeramkan.
Ogoh-ogoh sendiri merupakan budaya tradisi masyarakat Hindu di Bali dalam menyambut Perayaan Hari Suci Nyepi yang sakral.
Pawai Ogoh-ogoh dan tradisi pengerupukan dilakukan seminggu sebelum Hari Nyepi tiba. Filosofi dari tradisi ini adalah tentang pembersihan kembali jiwa manusia dari hal-hal yang buruk.
Pawai ogoh-ogoh dilakukan dengan diarak keliling desa maupun dipentaskan dan dinilai oleh para juri yang memiliki wewenang.
Ogoh-ogoh yang telah dipikul saat perayaan tersebut akan diakhiri dengan cara dibakar sampai habis. Parade ogoh-ogoh ini juga diadakan dari sore hari sampai malam.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, 200 Siswa SD St. Theresia Marsudirini 77 Salatiga Tulis Surat Untuk Pak Wali
Nah, dalam helatan acara yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang ini juga akan mengusung ogoh-ogoh sebagai cerminan kebersamaan lintas agama yang harmoni di Kota Atlas.
Acara Festival Seni Budaya Lintas Agama ini akan dilakukan oleh berbagai pihak dari seluruh perwakilan agama dan serta seni yang akan dibawakan.
Untuk kemudian diarak bersama pawai ogoh-ogoh pada Hari Sabtu 26 April 2025, mulai pukul 14.00 hingga acara selesai.
Rute yang akan dilewati oleh parade lintas agama ini dimulai dari Gedung Balaikota Semarang lalu melewati Jalan Pandanaran hingga menuju Simpang Lima.
Selain ogoh-ogoh, ada berbagai kesenian lainnya dari berbagai latar budaya dan agama yang akan ditampilkan pada festival ini.
Baca Juga: Terbongkar, Ini Alasan 1.967 CPNS Pilih Mengundurkan Diri
Dilansir oleh postingan akun resmi Pemerintah Kota Semarang di Instagram.
Pemkot Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyaksikan kemegahan seni dan budaya dari berbagai daerah lain.
Dan sudah sejak lama hadir menjadi bagian dari tanah 'Asem Arang' ini dengan penuh makna persatuan yang solid dan tidak terpecah-belah.
Source: Pemerintah Kota Semarang, Disbud Kabupaten Buleleng
Editor : Baskoro Septiadi