Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Siswa SMPN 1 Semarang Temukan Ulat Buah dalam Menu Program Makan Bergizi Gratis, Vendor MBG Bilang Begini

Ida Fadilah • Jumat, 18 April 2025 | 01:09 WIB

 

Menu MBG di SMPN 1 Semarang yang terdapat ulat buah viral.
Menu MBG di SMPN 1 Semarang yang terdapat ulat buah viral.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Siswa SMPN 1 Semarang menemukan ulat dalam wadah Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu beredar viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 20 detik itu menampilkan menu MBG dalam wadah stainlesstel terdapat tiga ekor ulat dengan kondisi masih hidup, masih bergerak.

Di sanding itu, nampak menu nasi putih, lele goreng, oseng kentang tempe, dan sayur sawi putih dalam kondisi sudah di makan sedikit. Kejadian itu berlangsung kemarin, Rabu (16/4/2025).

Baca Juga: Video Viral 16 Detik Wulan Guritno dan Ariel Noah Diburu Netizen Usai Dirumorkan Jalin Hubungan Asmara

Dalam video tersebut, perekam mengatakan jika buah salak bau. "Salak e mambu (salak bau, Red), tolong pak," ucapnya.

Informasi ini dibenarkan Kepala SMPN 1 Semarang, Siminto.

"Iya, ada ulat buah. Kalau ulat sayuran tidak mungkin karena dimasak mati. Mungkin saja bisa jadi saat dipilih utuh tapi di dalamnya busuk," katanya ditemui di sekolah, Kamis (17/4/2025).

Atas kejadian itu, pihaknya segera melaporkan ke pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prima Raja Sari Resto, Koramil, Babinsa setempat.

"Sudah kami laporkan dan sudah diganti. Kami wanti-wanti ke pengelola catering agar tidak terulang lagi. Artinya menu berikutnya lebih baik," tambahnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Catat Rekor Kenaikan Tertinggi, Cek Harganya Disini

Mengenai isi menu, ia mengaku tak mengetahui apa saja yang disajikan setiap harinya. Hanya melihat ketika sudah sampai di sekolah. Pasalnya, posisi sekolah hanya menerima, tidak mengelola.

"Posisi kami hanya menerima. Barang di drop di sini, kami hanya mengatur pembagian dan mengembalikan kembali wadah secara utuh," tambahnya.

Ia menjelaskan, program ini dimulai pada 24 Februari lalu. Secara umum, adanya program ini sangat dinanti siswa karena bisa berhemat dan mendapat makanan bergizi.

Pasalnya dari 898 siswa yang menerima manfaat ini, ada anak yang memang tidak memiliki uang saku untuk makan. Sehingga adanya program ini sangat membantu.

"Kami sangat bersyukur, ini sangat membantu anak-anak kami. Karena ternyata ada anak yang ke sekolah ada yang tidak punya uang saku untuk makan," tuturnya.

Lain halnya dengan SMPN 19 yang juga dikabarkan menu MBG tidak layak konsumsi. Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 19 Mukaromah menampik kabar tersebut.

Baca Juga: Profil dan Jejak Karir Hotma Sitompul, Pengacara Kondang yang Baru Saja Berpulang

"Tidak benar, selama empat hari pelaksanaan berjalan lancar. Justru kami kaget ada informasi tersebut," ujarnya.

Ia menuturkan, sejak dimulainya program Senin (14/4) lalu, pihaknya melaksanakan MBG dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Mulai dari kedatangan, pendistribusian, pengembalian wadah, hingga pengelolaan sisa makanan.

"Kami terapkan SOP, bahkan kami menyambut kedatangan, mengawal sampai selesai. Sisa makanan kami kelola untuk pupuk, dan ada yang diberikan pada magot," jelasnya.

Penyedia Makanan Kecolongan, Langsung Evaluasi

Terpisah, Direktur Utama Prima Raja Sari Resto, Amin Wasono selaku penyedia makanan, mengakui adanya temuan larva alias ulat buah dalam makanan yang disajikan kepada satu siswa SMPN 1 Semarang.

"Benar, sudah kami koordinasikan, sudah langsung kami ganti," ucapnya.

Amin juga menyebut bahwa larva itu merupakan ulat buah, bukan maggot ataupun belatung.

Ia menyebut, ulat tersebut berasal dari dalam buah salak yang dari luar tampak segar tetapi dalamnya busuk.

"Itu kami kecolongan. Kami sudah sortir, tapi ada satu buah itu. Ini catatan buat kami agar tidak terulang lagi," imbuhnya.

Usai adanya temuan tersebut, pihaknya melakukan evaluasi. Yakni dengan memperketat penyortiran dan menjamin kualitas menu yang dihidangkan.

Di sisi lain, penggunaan buah salak sebagai pendamping nasi dan lauk akan tidak dipakai lagi.

"Saya sampaikan ke ahli gizi, sementara saya nggak pakai salak. Ke depan kami hindari. Cari buah-buah yang aman, seperti semangka, melon, dan lain-lain," tandas Amin. (ifa/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Mbg #Makan Bergizi Gratis #SMPN 1 Semarang