RADARSEMARANG.ID, Semarang - Rumah Sakit (RS) Kariadi bakal kembali mengaktifkan residen atau mahasiswa Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip).
Praktik itu sempat tertunda karena adanya kasus perundungan yang dialami almarhum dr Aulia Risma Lestari pada 2024 lalu.
"Insya Allah nanti Pak Dirjen itu akan datang ke sini tanggal 21 April," tutur Direktur Utama RS Kariadi, Agus Akhmadi.
Baca Juga: Undip Buka Suara Atas Penetapan Tersangka Kasus PPDS Anestesi, Kuasa Hukum Bilang Begini
Dirinya mengaku siap menyambut kembali mahasiswa PPDS Anestesi FK Undip. Di antaranya sudah peralatan seperti kamera pengawas alias CCTV.
"Kita sudah siap, saya sudah siap lahir batin. Artinya, CCTV segala sesuatu yang untuk menjaga supaya residen belajar dengan baik dan sehat itu sudah kami siapkan," tambahnya.
Evaluasi dari kasus lalu, pihaknya sebagai tempat pendidikan harus mengawal jalannya program itu.
Hal itu untuk menjaga dan menjamin mahasiswa yang belajar di RS Kariadi nyaman dan tenang. Termasuk dalam perlakukan senior ke junior.
Diakuinya, terkadang dalam proses belajar senior memarahi junior bahkan sampai mengeluarkan kata kasar seperti goblok. Hal itu yang ia tekankan agar tidak terjadi lagi.
"Terkadang senior kasar lah bahasanya ya. Itu yang tidak diinginkan sama teman-teman. Supaya betul-betul PPDS yang di sini terjaga dan terjamin. Enggak boleh lagi ada PPDS jaga terus beli makanan," imbuhnya.
Tidak adanya mahasiswa PPDS Undip selama setengah tahun atau sejak Agustus 2024 bukan menjadi soal.
Pihaknya telah mengatur jadwal, 80 jam per minggu. Bahkan, operasi juga dilakukan hingga pukul 21.00 WIB.
"Loh enggak, bukan enggak ada mereka. Yang lain itu masih ada ya. Jamnya kita atur. 80 jam per minggu. Kalau sekarang jaga besok harus libur," ucap Agus. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi