RADARSEMARANG.ID - Di Kota Semarang terdapat tempat pertanian modern yang unik. Namanya Sandi Buana Farm.
Pengunjung bisa memetik langsung buah melon, ditimbang, dan menikmatinya langsung dari pohonnya.
Sandi Buana Farm, beada di Jalan Gunung Turun Raya, Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Jumat (11/4), sejumlah pengurus membersihkan area tanam yang telah dipanen. Kemudian melakukan penyemprotan desinfektan, hingga memilah melon yang akan dipanen.
Baca Juga: Klaim Sekarang Kode Redeem FF Free Fire Bundle Kamu Sesuai dengan Bulan Lahir
Tak berselang lama, Lulut Setyorini bersama Putra Syafi'i datang dan melakukan petik buah melon di Sandi Buana Farm.
Di tempat tersebut, terdapat tiga greenhouse. Masing-masing greenhouse ditanami melon premium yang ditanam secara hidroponik. Yakni melon jenis Fujisawa dan inthanon.
Riang gembira terpancar dari raut wajah warga Banyumanik ini. Bahkan mereka mengabadikan momen di sosial medianya.
Karena merupakan kali pertama memetik langsung buah melon dan membelinya di kebun. "Pastinya lebih segar dan murah, karena langsung dari pohonnya," ujarnya.
Baca Juga: Cek Nama dan Rekeningmu Sekarang, Bantuan Sosial Rp 600 Ribu Cair Bagi Warga yang Memiliki KKS
Owner Sandi Buana Farm, Sandi Febrianto, mengungkapkan budidaya melon sedikit berbeda dengan sayur. Masa tanam melon berlangsung 65 - 70 hari.
Perawatan melon lebih intensif. Karena lebih mudah terkena penyakit, terutama usia seminggu pasca pindah tanam. "Sehingga harus rutin penyemprotan seminggu dua kali," ujarnya.
Pada masa vegetatif atau saat umur 1 - 21 hari. Setelah 21 hari - 28 hari merupakan polinasi atau pembungaan. Setelah 28 hari hingga panen merupakan fase generatif.
"Di setiap fase ini, kami menjaga perawatan sehingga tidak terkena penyakit, karena sekali terkena penyakit, kemungkinan kegagalannya besar," jelasnya.
Untuk perawatannya, setiap pagi pada hari Selasa dan Jumat sebelum pukul 10.00, harus melakukan penyemprotan.
Setelah itu, dilakukan perlambatan. Usahakan pada masa vegetatif, daun terkena sinar matahari full minimal 7 jam.
"Karena waktu musim hujan dan kemarau ini beda. Waktu musim hujan ini lebih mudah terkena penyakit, sehingga buahnya kurang manis," jelasnya.
Untuk harga melon dipatok pada Rp 3 ribu per ons. "Boleh petik sendiri, boleh dipetikkan, lalu ditimbang, kalau 1 kilogramnya ya Rp 30 ribu," jelasnya.
Hasil dari budidaya melon di tiga greenhouse yang berukuran 10 x 20 meter di masing-masing greenhouse dan memiliki 500 lubang tanam. Di satu lubang tanam berisi minimal 1 buah.
"Jadi dalam sekali produksi, 600 kilogram atau 6 kuintal. Atau Rp 18 juta per greenhouse atau Rp 50 juta di tiga greenhouse dengan masa panen per tiga bulan," tambahnya. (fgr/fth)
Editor : Baskoro Septiadi