RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemilik usaha kuliner legendaris Kota Semarang Leker Paimo meninggal, Kamis (10/4) pukul 03.00.
Paimo Al Suparmo meninggal dalam usia 58 tahun. Jenazah pria kelahiran 20 Maret 1967 tersebut dimakamkan di Purwodadi.
Jawa Pos Radar Semarang berkunjung langsung di kediaman Paimo, yang beralamatkan Jalan Karanggeneng Selatan, Kelurahan Jagalan, Semarang Tengah, Jumat (11/4).
Sepi. Itulah yang terasa saat memasuki gang kediaman Paimo. Terlihat, tenda masih terpasang.
Tiga karangan bunga yang juga terpasang di depan rumahnya.
Sementara papan pengumuman kematian juga masih terpasang. Beberapa kandang burung menghiasi rumah Paimo.
Salah seorang keponakan Paimo, Edi Sasongko, 27, menceritakan, Paimo meninggal karena sakit.
Sempat dirawat di Rumah Sakit Tlogorejo, sekitar 10 hari. Hingga menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (10/4) pukul 03.00.
Keluarga sangat merasa kehilangan. Apalagi kepribadian Paimo sangat baik kepada saudara-saudaranya.
"Apalagi semua karyawan, saudara-saudaranya diajarkan membuat leker yang legendaris," jelas pria asal Purwodadi.
Dikatakan, usaha leker kembali dibuka setelah peringatan tujuh hari.
"Usaha leker ini diteruskan oleh Bu Paimo, kalau di rumah ini kan untuk online, di depan itu diteruskan oleh ibu, biasanya sama Pak Paimo juga," tandasnya.
Sementara itu, Ketua RT 4 RW 2 Kelurahan Jagalan, Diyan Kurniawan, mengungkapkan sebelum meninggal, kondisi kesehatannya memang sempat menurun.
"Mungkin sakitnya komplikasi, sudah lama sakitnya itu, sebelumnya di Panti Wilasa, lalu di RSWN, dan terakhir di Tlogorejo, sering bolak-balik ke rumah sakit pas puasa," jelasnya.
Selama dirawat di rumah sakit, isteri dan saudaranya bertanggungjawab di warung leker Paimo.
"Sehingga tetap jalan selama Pak Paimo sakit," jelasnya.
Warga sangat kehilangan Paimo. Karena di mata warga, Paimo merupakan pribadi yang baik dan ramah. Bahkan, suka membantu apabila ada acara 17an.
"Beliau juga dermawan, karena saat pembangunan masjid juga ikut berdonasi," jelasnya.
Menurutnya, Leker Paimo merupakan jajanan legendaris yang enak dan murah.
"Saya di sini baru delapan tahunan, tetapi saya rasa lekernya enak," ujarnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi