RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, memastikan tidak akan menggelar Mahakarya Goa Kreo. Alasannya efisiensi anggaran.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, R Wing Wiyarso menjelaskan, meski tak menggelar Mahakarya Goa Kreo, namun tradisi Sesaji Rewanda tetap digelar pada Sabtu (12/4) sebagai tradisi Syawalan masyarakat Kandri.
Sesaji Rewanda merupakan prosesi ritual tahunan tentang keberadaan Goa Kreo. Konon, Kanjeng Sunan Kalijaga dibantu para penunggu monyet ekor panjang di Goa Kreo saat saat mencari kayu jati yang akan digunakan untuk membangun Masjid Demak sekitar abad ke-15.
Sesaji Rewanda berasal dari kata sesaji yang artinya memberi dan Rewanda berarti monyet.
Ritual ini bertujuan untuk mengingat perjalanan Sunan Kalijaga dan pesannya untuk menjaga kelestarian alam, termasuk monyet-monyet di sana.
“Karena ini tradisi, akan tetap laksanakan walaupun sedikit berbeda karena efisiensi anggaran," ucapnya.
Sementara, Mahakarya Goa Kreo yang biasanya menjadi event tahunan sehari sebelum Sesaji Rewanda harus ditunda.
Wing mengatakan, Mahakarya Goa Kreo ini merupakan pertunjukan seni yang menceritakan tentang perjalanan Sunan Kalijaga di Goa Kreo.
Menurut dia, event ini menjadi salah satu yang ditunda karena terdampak efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden RI.
“Ke depan tentu akan kita laksanakan, namun di bulan yang minim agenda, jadi nggak bareng dengan Sesaji Rewanda, agar bisa menambah kegiatan di Waduk Jatibarang,” tuturnya.
Wing mengaku, pihaknya akan mencari sponsorship ataupun pihak yang bersedia menggelontorkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk gelaran Mahawa Karya Goa Kreo.
“Walaupun tidak digelar, tapi masih banyak event yang bisa menarik wisatawan seperti Festival Budaya Lintas Agama atau yang sebelumnya bernama Festival Ogoh-Ogoh,” tambahnya.
Disbudpar kata dia, berkolaborasi dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan seluruh komunitas keagamaan di Kota Semarang. Festival ini akan menjadi bukti bahwa Semarang kuat dengan kerukunan umat beragamanya.
Wing membeberkan, akan ada beberapa konser di Kota Semarang yang digelar oleh swasta pasca libur Lebaran, antara lain di Simpanglima, Marina, dan PRPP.
“Tahun ini ada efisiensi, jadi kita minta teman-teman swasta, pengelola wisata, bahkan pengusaha menggelar event di Semarang agar bisa mendatangkan wisatawan,” pungkasnya. (den/bas)
Editor : Baskoro Septiadi