Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tanjakan Gombel Semarang Ditakuti Pemudik Banyak Kendaraan Overhaul dan Mogok, Konon Disitu Dikenal Banyak Wewe Gombel yang Mengganggu, Benarkah?

Falakhudin • Kamis, 3 April 2025 | 11:18 WIB

Tanjakan Gombel Semarang Ditakuti Pemudik Banyak Kendaraan Overhaul dan Mogok, Konon Disitu Dikenal Banyak Wewe Gombel Yang Mengganggu Benarkah
Tanjakan Gombel Semarang Ditakuti Pemudik Banyak Kendaraan Overhaul dan Mogok, Konon Disitu Dikenal Banyak Wewe Gombel Yang Mengganggu Benarkah

 

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Ramainya para pemudik di sejumlah titik menyisakan cerita pada mudik lebaran.

Tanjakan gombel makan korban, banyak kendaraan overheat, pemudik heran padahal mobilnya masih fit. 

Tanjakan Gombel di Semarang, Jawa Tengah, kerap menjadi perhatian sejumlah pemudik yang melintasinya. 

Baca Juga: Lirik-Lirik Sholawat Nabi Muhammad Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Bisa Dipakai Untuk Doa di Bulan Ini dan Kapanpun

 

Termasuk Tanjakan Gombel di Semarang, Jawa Tengah, kerap menjadi perhatian sejumlah pemudik yang lewat.

Soalnya, kendaraan pemudik yang melintas kerapkali mogok saat melintas di tanjakan itu.

Meski tak terjal, tanjakan tersebut lumayan panjang. 

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Lebaran 2025 Ngagem Boso Jowo Cocok Damel Tiyang Sepah Soho Media Sosial

 

Jika mesin kendaraan para pemudik kurang prima, tentunya akan kesulitan melewati tanjakan tersebut.

Sejumlah kendaraan nampak berhenti di tengah tanjakan Gombel Semarang itu.

Tak hanya satu, bahkan lebih dari tiga kendaraan yang mengalami masalah mesin di tanjakan yang ada di Jalan Semarang-Solo itu.

Tanjakan ini memang menjadi momok bagi para pemudik, terutama bagi mereka yang tak terbiasa melewatinya.

Tanjakan Gombel memiliki kemiringan sekitar 40 derajat lebih dengan panjang 1,3 kilometer.

Baca Juga: UNIK! Masjid Dengan Atap Baret Jenderal Bintang 4, Ternyata Menyimpan Kenangan Masa Kecil Panglima Tentara

 

Hal tersebut membuat kendaraan yang melintas wajib menggunakan gear rasio rendah untuk bisa melintas.

Pengguna jalan yang mengendarai motor bahkan harus mendorong kendaraannya kala mesin mengalami kendala di tanjakan tersebut.

Begitu pula mobil yang mengalami masalah mesin, berakhir mogok.

Penggunanya pun dipaksa membuka kap mesin untuk mendinginkan suhu dapur pacu kendaraannya.

Seperti halnya yang dialami Rahmawati, warga Solo yang hendak menuju ke Salatiga.

 

Baca Juga: Agar Siap Kerja Luar Negeri, Pemerintah Merubah Masa Belajar Siswa SMK Jadi 4 Tahun

 

Mobil Nissan March Tahun 2012 yang ia kendarai bersama keluarga tak mampu menaklukkan tanjakan Gombel di Kecamatan Banyumanik tersebut.

“Saat sampai di depan Hotel Alam Indah itu tenaganya lemah, saya gas tidak ada tenaga terus mati. Sampai keluar asap.  Sudah Overheat,” kata Rahmawati sembari membuka kap mesin mobil berkelir Silver Metalik tersebut.

Beruntung ada orang bengkel motor lewat membantu mengisi air radiator, kemudian menyarankan bawa ke bengkel Nasmoco.

Sebagai penghubung Kota Semarang atas dan bawah, tanjakkan gombel setiap harinya tak pernah sepi dilalui kendaraan.

Terlepas dari itu, tanjakkan gombel juga menyimpan cerita urban legend. 

 

Baca Juga: Jay Idzes Kapten Timnas Indonesia Pemain DIaspora Ternyata Mbahne Wong Semarang, Ini Profilnya

 

Bahkan masyarakat Kota Semarang dari mulut ke mulut menyebut tanjakkan gombel markasnya hantu ‘wewe gombel’.

Konon, meme gombel inilah yang jadi biang kerok banyaknya kendaraan yang kecelakaan saat melintasi tanjakkan gombel tersebut.

Ketua Komunitas Semarang Angker (Semarangker) Pamuji  ingin meluruskan terkait nama tanjakkan gombel itu bukan berasal dari nama hantu.

“Nama gombel itu karena di daerah situ dulunya ada gerakan operasi militer belanda. Masyarakat awam mungkin taunya gombel itu hantu wewe gombel,” ucap lelaki yang akrab disapa Pamuji.

 

Baca Juga: Rayakan Idul Fitri 2025, Ini Ide Warna Cat Tembok yang Estetik Saat Ini Bisa Dicoba

 

Sebelum diperlebar jadi dua arah, dulu banyak kecelakaan di tanjakkan gombel. Tapi Pamuji membatah penyebab kecelakaan disana disebabkan oleh wewe gombel.

“Orang itu paling enak nyalahin demit ya, uang hilang bilangnya dicuri tuyul, padahal diambil anaknya. Terus usaha sepi karena digangguin orang. Dunia ghoib itu ada, tapi harus disikapi dengan bijak,” ujarnya.

Menurut Pamuji penyebab kecelakaan di jalanan yang menanjak banyak faktornya. Salah satunya kondisi kendaraan dan jam terbang sang supir.

Mengingat sebelum adanya jalan tol, tanjakkan gombel merupakan jalan satu-satunya penghubung ke Semarang atas.

Baca Juga: Pejuang NIP Wajib Tahu, Daftar 22 Kementerian Baru Membuka Lowongan CPNS 2025

 

Jadi banyak kendaraan besar seperti truk-truk melintas di kawasan tersebut.

Dulu memang jalan gombel hanya satu arah.

Baca Juga: Harga dan Cara Sewa Iphone di Semarang Ramai Buat Bisnis Hampers Hingga Mudik Lebaran 2025

 

Kemudian Belanda membuat jalan baru di sebelah timur.

Sekarang jalan gombel baru untuk tanjakkan, sedangkan jalan gombel lama difungsikan untuk turunan. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#tanjakan gombel #Mobil Nissan March #mudik lebaran #kap mesin #tanjakan Gombel Semarang #KOTA SEMARANG #mudik Lebaran 2025 #wewe gombel #bengkel Nasmoco #Hotel Alam Indah