RADARSEMARANG.ID, Semarang - Libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 29 Maret - 7 April 2025, dijadikan masyarakat untuk berwisata. Salah satunya di Gua Kreo Semarang.
Rabu (2/4), ratusan pengunjung dari berbagai daerah berwisata di Goa Kreo.
Mereka berjalan menyusuri ratusan anak tangga. Pemandangan alam berupa pepohonan dan angin sepoi-sepoi pun dapat dirasakan.
Selain itu, tak sedikit para pengunjung mengabadikan momen kehidupan kera ekor panjang yang menjadi hidup di pepohonan Goa Kreo. Bahkan, mereka juga memberi makan kera-kera tersebut.
Aprilio, salah satunya. Pria asal Purbalingga itu mengabadikan momen kehidupan kera yang tinggal di pepohonan sekitar Goa Kreo. Ia sangat kagum kelestarian alam di Goa Kreo.
"Apalagi monyet-monyet ramah, tidak buas dan nakal, mereka paham para pengunjung," ujarnya.
Sementara itu, Tarida bersama sang isteri Lestari terlihat sangat menikmati liburan di Goa Kreo. Lestari memberi makan kepada para kera berupa buah-buahan. Sementara, Tarida mengabadikan momen tersebut.
Keluarga asal Yogyakarta ini berlibur ke Goa Kreo karena mendapat informasi ada kegiatan kebudayaan, yakni Sesaji Rewanda.
"Kami ingin tahu Goa Kreo seperti apa, ternyata pemandangannya bagus, dan banyak keranya, tetapi jinak," jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Goa Kreo dan Agrowisata Sodong, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Juriyah, menjelaskan wisata Gua Kreo merupakan satu-satunya wisata alam sekaligus sejarah di Kota Semarang.
"Di Goa Kreo ini habitat asli para monyet, dan menawarkan pemandangan alam, serta ada nilai sejarahnya," jelasnya.
Saat Bulan Ramadan lalu jumlah pengunjung Goa Kreo sepi. Kendati demikian, para wisatawan dari berbagai mancanegara.
"Menjelang lebaran ini, paling hanya 50 pengunjung," ujarnya.
Pada hari pertama lebaran, atau 31 Maret lalu, jumlah pengunjung mengalami peningkatan yakni 150 pengunjung.
"Untuk hari kedua atau 1 April 2025 lalu, ada 662 pengunjung, sehingga seperti hari libur nasional," ujarnya.
Pada hari ketiga lebaran ini diprediksi akan meningkatkan. Karena lonjakan pengunjung terjadi pada Hari Minggu, dan Hari Libur atau Hadi Besar Nasional, serta sepekan Natal dan Tahun Baru.
"Harga tiket masuk saat hari libur Rp 15.500, pada pukul 08.00 - 17.00," jelasnya.
Ia mengimbau agar pengunjung tidak membawa makanan saat masuk di Goa Kreo.
"Karena monyet ini kan kadang menjadi nakal atau buas ya, sehingga kami ada tempat penitipan dengan biaya tambahan Rp 3 ribu," tandasnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi