RADARSEMARANG.ID - Petugas Penjaga Perlintasan (PJL) di perlintasan Jalan Hasanudin Ipung Yudi Anggoro sudah biasa tidak berlebaran bersama keluarga di hari pertama Idul Fitri.
Ini semata-mata demi menjaga keselamatan warga.
Satu hal yang dipegang oleh Ipung, yakni memastikan kelancaran arus mudik menggunakan kereta api (KA).
Selain itu adalah memastikan keselamatan pengguna jalan saat melewati perlintasan. “Ini jadi amal saya dalam bekerja,” tambahnya.
Warga asli Jalan Bima Raya, Kota Semarang ini mengaku, keluarganya sudah mengerti risiko pekerjaan yang ia geluti.
Dia tanamkan kepada istri dan anak-anaknya, setelah tugas usai dan mendapatkan ganti libur Lebaran, mereka dijanjikan untuk liburan bersama.
“Komplain ya pasti ada, tapi kan sudah tahu konsekuensinya, ya saya pesan ke anak-anak, nanti kalau dapat libur, sekeluarga liburan bareng,” tambahnya.
Dia berharap, ke depan masyarakat ataupun pengguna jalan agar bisa lebih aware saat melintas di perlintasan sebidang.
Taat pada aturan lalu lintas, sehingga angka kecelakaan yang melibatkan kereta dengan pengguna jalan bisa diminimalisir.
“Harapannya bisa taat, kalau palang sudah tertutup ya berhenti, tidak menerobos sama-sama menjaga keselamatan masing-masing,” jelasnya. (den/ton)
Editor : Baskoro Septiadi