Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Korban Kecelakaan Bus Umrah Asal Semarang Dikenal Aktif di Masyarakat dan Selalu Jadi Motivator

Figur Ronggo Wassalim • Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:06 WIB

 

Tangis pilu Indah, kakak kandung M Dawam Mahmud saat mengenang dan kehilangan untuk selamanya, Sabtu (22/3). (Figur Ronggo Wassalim/Jawa Pos Radar Semarang)
Tangis pilu Indah, kakak kandung M Dawam Mahmud saat mengenang dan kehilangan untuk selamanya, Sabtu (22/3). (Figur Ronggo Wassalim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - M Dawam Mahmud bersama istrinya Sumarsih dan dua putrinya Areline Nawallya Adam dan Audrya Malika Adam jadi korban meninggal dalam kecelakaan bus saat Umroh di Wadi Qudeid, Arab Saudi, Kamis (20/3/2025).

Kepergian sekeluarga asal Semarang itu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar rumah korban.

Sabtu (22/3), para pelayat yang terdiri dari kerabat, warga sekitarpun merasakan duka cita mendalam.

Kakak ipar M Dawam Mahmud, Erma Rudita, menceritakan, saat diberi kabar duka, dirinya sedang berada di Jakarta.

"Kabar pertama yang kami terima dari pengurus lingkungan Semarang ini, ada kecelakaan di biro travel yang adik saya ikuti," jelasnya.

Kendati sudah ada identitas korban, dirinya masih tidak percaya.

"Pada pukul 03.30 atau mau sahur, kami baru mendapat kabar dari Kementerian Luar Negeri dan KBRI," jelasnya.

Sebelum keberangkatan umroh, Dawam berpamitan kepada kakaknya di Jakarta. 

"Kami tidak menyangka, jika terima kabar seperti ini, sehingga kami cek di KBRI dan Kementerian Luar Negeri memang meninggal," ujarnya.

Memang tidak ada firasat yang pasti, tetapi beberapa waktu lalu, anak bungsu Dawam, yakni Audrya Malika Adam saat dijemput dari sekolahnya yang berada di Tangerang, ia membawa karya lukisan. 

"Itu dapat apresiasi dari sekolahan, dia bilang Pakde ini lukisan saya, bagus tidak? Bisa disimpan pakde ya, padahal disitu ada bunda dan ayahnya," tandasnya.

Direncanakan, Dawam akan merayakan Idul Fitri di tanah suci.

"Setelah Idul Fitri kita rencanakan untuk kumpul, malah ini direncanakan dimakamkan di Arab sana," jelasnya.

Belum ada informasi resmi kejadian bus yang kecelakaan. "Kita hanya tahu dari media sosial saja," ujarnya.

Tokoh masyarakat Pudakpayung, Mono Yunianto, menambahkan, Sabtu (15/3) kemarin, Dawam ikut kegiatan Nuzulul Quran di musala.

Setelah kegiatan tersebut, dirinya berpamitan dengan warga menuju Jakarta dan melanjutkanumrahh.

"Kami mendatangkan anak-anak panti, almarhum mendukung penuh, tidak ada firasat akan kehilangan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat Wira Putra Jasa, menjelaskan Dawam sangat aktif di lingkungan, bahkan menjadi pengurus RT karena gerak cepatnya merespons permasalahan lingkungan. Dawam juga aktif di lingkungan musala. 

"Acara-acara, sedekah atau apa, beliau ini penggerak dan motivator buat kami berbuat kebaikan, selain itu, beliau ini mengajak warga untuk memiliki pola hidup sehat, sehingga Dawam ini orang yang positif," ujarnya. (fgr/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Meninggal #Umrah #umroh #KECELAKAAN #Arab Saudi #Bus